Doa Menjawab Adzan Maghrib Lengkap Arab dan Artinya, Simak Tata Cara dan Hikmahnya

Doa menjawab adzan maghrib lengkap arab dan artinya menjadi penanda memenuhi seruan syiar Islam dan patuh kepada Allah SWT yang mengandung hikmah mendalam

oleh Nanik RatnawatiDiterbitkan 23 April 2026, 09:29 WIB
arti adzan ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Jakarta - Saat matahari terbenam di ufuk barat, lantunan adzan maghrib berkumandang pertanda waktu berbuka puasa bagi yang berpuasa dan dimulainya ibadah shalat bagi seluruh umat Islam. Mendengarkan adzan adalah kesempatan mendapatkan pahala dan kebaikan. Karena itu, umat Islam perlu mengetahui doa menjawab adzan maghrib lengkap arab dan artinya.

Adzan bukan sekadar penanda waktu, melainkan syiar Islam yang agung. Seperti dijelaskan dalam jurnal Peran Suara Azan sebagai Syiar dalam Islam oleh M. Hadri Hasan, adzan mengandung pesan dakwah yang tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam, tetapi juga sebagai seruan kepada seluruh umat manusia.

Menjawab adzan adalah respons terhadap seruan dan tanda kepatuhan umat kepada Allah SWT. Berikut ini adalah doa menjawab adzan maghrib, dilengkapi dengan doa setelah adzan, serta doa setelah iqamah lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.

Doa Menjawab Adan Maghrib dan Tata Caranya

Berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Sa’id Al-Khudry, beliau bersabda: “Jika kalian mendengar seruan adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Adzan maghrib pada dasarnya memiliki lafadz yang sama dengan adzan dzuhur, ashar, dan isya, yaitu tanpa tambahan lafadz ash-shalatu khairum minan naum yang khusus untuk adzan subuh.

Berikut adalah panduan lengkap menjawab setiap kalimat adzan maghrib:

Saat muadzin mengucapkan:  ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar, Allahu Akbar)

Jawaban:

ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ

Latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Saat muadzin mengucapkan: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ (Asyhadu alla ilaha illallah)

Jawaban:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ

Latin: Asyhadu alla ilaha illallah

Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah

Saat muadzin mengucapkan:  أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ ٱللَّٰهِ (Asyhadu anna Muhammadar rasulullah)

Jawaban:

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ ٱللَّٰهِ

Latin: Asyhadu anna Muhammadar rasulullah

Artinya: Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah

Saat muadzin mengucapkan: حَيَّ عَلَى ٱلصَّلَاةِ (Hayya ‘alash sholah - Marilah menuju sholat)

Jawaban:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّٰهِ

Latin: Laa haula wa laa quwwata illaa billah

Artinya: Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah

Saat muadzin mengucapkan: حَيَّ عَلَى ٱلْفَلَاحِ (Hayya ‘alal falah – Marilah menuju kemenangan/kebahagiaan)

Jawaban: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّٰهِ

Latin: Laa haula wa laa quwwata illaa billah

Artinya: Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah

Saat muadzin mengucapkan: ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar, Allahu Akbar)

Jawaban:

ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ، ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ

Latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Saat muadzin mengucapkan: لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ (Laa ilaaha illallah – Tiada Tuhan selain Allah)

Jawaban:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّٰهُ

Latin: Laa ilaaha illallah

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.

Doa Setelah Adzan (Umum)

Setelah selesai menjawab seluruh kalimat adzan, umat muslim dianjurkan untuk melanjutkan dengan membaca doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 614) dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah RA.

Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Latin: Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aad.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan, berilah kepada Nabi Muhammad wasilah (kedudukan tinggi di surga) dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji.”

Doa Khusus Setelah Adzan Maghrib: Arab, Latin, dan Artinya

Selain doa umum di atas, terdapat doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca setelah adzan maghrib. Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah kepada istrinya, Ummu Salamah RA. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam al-Hakim, dan Imam Baihaqi, serta dikutip oleh penulis Kitab Fathul Mu’in karya Zainuddin Al-Malibari.

Arab: اللَّهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ لِي

Latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’atika faghfir lii

Artinya: “Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya malam-Mu, perginya siang-Mu, dan suara para penyeru-Mu (telah terdengar), maka ampunilah aku.”Rasulullah SAW mengajarkan doa ini kepada Ummu Salamah RA agar beliau memohon ampunan kepada Allah pada saat pergantian hari dari siang ke malam. Doa ini mengandung kesadaran akan waktu yang terus bergulir dan kesempatan untuk bertaubat sebelum malam tiba.

Doa Setelah Iqamah: Arab, Latin, dan Artinya

Setelah adzan selesai dan sebelum shalat dimulai, iqamah akan dilantunkan sebagai tanda bahwa shalat akan segera didirikan. Usai mendengar iqamah, terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca. Anjuran ini dijelaskan oleh Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam kitab Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah (Dar Al-Hawi, 1994, hal. 94).

Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآتِهِ سُؤْلَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Latin: Allahumma rabba hadzihi ad-da’wati at-tammati, wa ash-shalati al-qaimati, shalli ‘ala sayyidina muhammadin wa atihi su’lahu yaumal qiyamah.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan berikanlah kepadanya permintaannya di hari kiamat.”

Makna Doa Setelah Adzan dan Iqamah

Doa setelah adzan mengandung beberapa pesan mendalam. Pertama, doa ini berisi pengakuan bahwa adzan adalah seruan yang sempurna yang berasal dari Allah SWT, sehingga kita menghormati dan mengagungkan panggilan tersebut.

Kedua, doa ini memohonkan al-wasilah (kedudukan tertinggi di surga) dan al-fadhilah (keutamaan) kepada Nabi Muhammad SAW, yang menunjukkan kecintaan dan penghormatan umat Islam kepada beliau.

Ketiga, doa ini memohon agar Rasulullah SAW dibangkitkan pada maqaamam mahmuuda (kedudukan yang terpuji) yang telah dijanjikan Allah, yang dalam tafsir para ulama merujuk pada hak syafaat di hari kiamat.

Keempat, penutup doa “innaka laa tukhliful mii’aad” (Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji) adalah bentuk pengakuan bahwa Allah Maha Menepati janji.

Makna Doa Khusus Maghrib

Doa khusus maghrib mengandung kesadaran akan pergantian waktu dari siang ke malam. Ini adalah momen untuk merenung dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan sepanjang siang hari. Di waktu peralihan ini, seorang muslim diajak untuk introspeksi diri sebelum memasuki malam yang baru.

Makna Doa Setelah Iqamah

Doa setelah iqamah berisi permohonan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan memohonkan agar beliau mendapatkan apa yang diinginkannya di hari kiamat. Doa ini mengingatkan bahwa shalat yang akan segera kita dirikan adalah ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah, sehingga kita perlu bershalawat kepada beliau sebagai bentuk penghormatan.

Hikmah Membaca Doa Setelah Adzan dan Iqamah

1. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW di Hari Kiamat

Keutamaan paling agung dari membaca doa setelah adzan adalah mendapatkan syafaat (pertolongan) dari Rasulullah SAW di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Bukhari: “Barangsiapa yang berdoa ketika mendengar seruan adzan… maka ia berhak mendapatkan syafaatku di hari kiamat.” (HR. Bukhari)

2. Doa di Antara Adzan dan Iqamah Tidak Tertolak

Waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda: “Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)

Bahkan dalam wasiatnya kepada Ali bin Abi Thalib, Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Ali, berdoalah antara adzan dan iqamah, sesungguhnya doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR. Abu Daud)

3. Dicatat Sebagai Ahli Surga

Dalam hadits riwayat Imam Al-Tirmidzi dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengucapkan seperti ini (menjawab adzan) dengan yakin, niscaya dia masuk surga.”

4. Diampuni Dosa-dosanya

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa barangsiapa yang mendengar adzan lalu mengucapkan:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا

“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Muhammad sebagai Rasulku, dan Islam sebagai agamaku.” Maka dosanya akan diampuni.

5. Menyempurnakan Ibadah Shalat

Membaca doa setelah adzan dan iqamah menjadi persiapan spiritual sebelum melaksanakan shalat. Ini menambah kekhusyukan dan kesiapan hati untuk menghadap Allah SWT. Dengan membiasakan diri membaca doa ini, hati menjadi lebih tenang dan dekat dengan Allah SWT.

People Also Ask:

Apa doa setelah adzan maghrib?

“Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa'adtahu innaka la tukhliful mi'ad.”

Bagaimana cara mengjawab azan?

Cara menjawab adzan adalah dengan jawaban yang sama seperti apa yang tersebut dalam kalimat bacaan adzan kecuali pada bacaan adzan yang bunyinya “hayya alash shalaah” dan “hayya 'alal falah”, maka cara menjawabnya adalah dengan bacaan : “laa haula walaa quwwata illa billahi.”

Apa yang harus dilakukan ketika mendengar adzan maghrib?

Menghentikan Aktivitas dan Mendengarkan dengan Penuh Perhatian. ...Menjawab Lafaz yang Dikumandangkan Muadzin. ...Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ ...Membaca Doa Setelah Adzan. ...Memanfaatkan Waktu Jeda Menuju Salat untuk Berdoa.

Apa nama doa yang dibaca ketika mendengar adzan?

"Apabila kalian mendengar muazin (mengumandangkan azan), maka ucapkanlah seperti yang ia ucapkan." (HR. Bukhari & Muslim). Lā haula wa lā quwwata illā billāh. Artinya: "Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Doa apa yang dibaca setelah maghrib?

Membaca "Laa Ilaaha Illallah"

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir. Artinya: Tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Dia Yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya