Skandal Penipuan Asuransi: 3 Orang di California Ngaku Diserangan Beruang Demi Terima Uang

Berapa uang yang diterima oleh tiga pria dari pihak asuransi usai menipu pihak asuransi?

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 20 April 2026, 19:30 WIB
Ilustrasi beruang hitam. (Dok. Pixabay)

Liputan6.com, Washington, D.C. - Sebuah kasus penipuan asuransi tak lazim di California, Amerika Serikat, terbongkar setelah penyelidikan mengungkap rekayasa “serangan beruang” yang ternyata dilakukan dengan menggunakan kostum. Tiga orang pelaku dijatuhi hukuman penjara, sementara satu tersangka lainnya masih menunggu proses persidangan.

Alfiya Zuckerman, Ruben Tamrazian, dan Vahe Muradkhanyan dinyatakan bersalah atas penipuan asuransi tingkat berat dan masing-masing dijatuhi hukuman 180 hari penjara. Mereka sebelumnya mengaku tidak bersalah di persidangan pada Kamis waktu setempat. Sementara itu, Ararat Chirkinian, yang diduga turut terlibat dalam skema tersebut, dijadwalkan menjalani sidang pendahuluan pada September mendatang, dikutip dari laman UPI, Senin (20/4/2026).

Kasus ini terungkap setelah perusahaan asuransi State Farm mencurigai sebuah klaim yang disertai video “serangan beruang” terhadap mobil Rolls-Royce Ghost. Kecurigaan muncul karena gerakan sosok beruang dalam rekaman tersebut dinilai tidak alami dan menyerupai gerakan manusia.

Penyelidikan yang kemudian diberi sandi “Operasi Cakar Beruang” mengungkap bahwa “beruang” dalam video tersebut sebenarnya adalah seseorang yang mengenakan kostum. Temuan itu diperkuat oleh ahli biologi yang menyatakan bahwa gerakan dalam rekaman tidak sesuai dengan perilaku beruang, terlebih beruang cokelat telah punah di California sejak 1920-an.

Penyidik juga menemukan dua klaim serupa yang diajukan pada hari yang sama, termasuk terhadap kendaraan Mercedes. Bukti semakin menguat setelah penggeledahan di rumah para tersangka menemukan kostum beruang dan aksesori berupa cakar palsu.

Komisaris Departemen Asuransi California, Ricardo Lara, menegaskan bahwa kasus ini merupakan bentuk kejahatan serius yang berdampak luas pada masyarakat. “Penipuan asuransi adalah kejahatan serius yang meningkatkan biaya bagi konsumen,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, Kapten Eric Hood yang memimpin investigasi menyebut kasus ini sebagai salah satu yang paling tidak biasa yang pernah ditangani pihaknya. “Ini jelas di luar kebiasaan. Kami belum pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya