Wamen LH Dorong Pemilahan Sampah Jelang Penghentian Total Open Dumping di TPA Seluruh Indonesia

Wamen LH Diaz Hendropriyono mendorong agar praktik pemilahan sampah digencarkan di tingkat hulu menjelang penghentian total praktik open dumping di TPA.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 19 April 2026, 17:35 WIB
Wamen LH Diaz Hendropriyono saat 'Deklarasi Jakarta Utara 100% Pilah Sampah' yang diselenggarakan di fasilitas RDF Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Wamen LH atau Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mendorong agar praktik pemilahan sampah digencarkan di tingkat hulu menjelang penghentian total praktik open dumping di tempat pengelolaan akhir (TPA) seluruh Indonesia.

Wamen LH Diaz mengatakan, pihaknya mendorong beberapa upaya untuk meningkatkan target pengelolaan sampah, salah satunya pemilahan dari hulu.

"Tanpa pemilahan, pengelolaan sampah tidak bisa selesai dengan baik. Selain itu, kita juga akan menutup praktik open dumping akhir Juli, jadi di bulan Agustus 472 TPA yang ada akan diselesaikan," ujar Diaz dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu (19/4/2026) melansir Antara.

Saat "Deklarasi Jakarta Utara 100% Pilah Sampah" yang diselenggarakan di fasilitas RDF Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu 18 April 2026, Diaz menyampaikan, dengan target penghentian praktik TPA open dumping pada Juli, maka diharapkan dapat meningkatkan capaian pengelolaan sampah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Program pemilahan ini sudah sesuai dengan arahan Presiden yang memiliki target sampah terkelola 100 persen di tahun 2029, dengan diselesaikan praktik open dumping, kami bisa angkat persentase pengelolaan sampah saat ini di 26 persen menjadi 57,7 persen," ucap dia.

 

Apresiasi pada Warga Rorotan

Wamen LH Diaz Hendropriyono di penutupan Expo dan Forum Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2025.  (Liputan6.com/Henry)

Pada acara deklarasi, Wamen Diaz menyampaikan apresiasi kepada warga Kelurahan Rorotan yang hadir karena sudah menjalankan program pemilahan sampah dengan baik.

Secara khusus dia menyoroti, praktik pemilahan menggunakan ember dan fasilitas bank sampah sudah tersedia untuk memastikan hanya residu yang berakhir baik di TPA maupun RDF.

Dengan langkah itu, dia berharap Kelurahan Rorotan bisa menjadi contoh atau model untuk kelurahan-kelurahan lainnya yang mengimplementasikan program pemilahan.

"Semoga dari Rorotan, bisa jadi percontohan untuk 30 kelurahan lainnya yang ada di Jakarta Utara, agar semua bisa memilah sampah dengan baik," jelas Diaz.

Sebelumnya, KLH/BPLH telah menyerahkan sejumlah bantuan pendukung kepada warga Kelurahan Rorotan dalam upaya pemilahan sampah, antara lain 400 unit drop point, 12.000 ember pemilah sampah, serta 650 unit lodong sisa dapur (Losida).

Infografis Jenis-Jenis Plastik yang Berpotensi Jadi Sampah. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya