Liputan6.com, Jakarta - Saham perusahaan sepatu Allbirds melonjak tajam pada Rabu (15/4/2026) setelah perusahaan tersebut mengumumkan rencana besar untuk beralih dari bisnis alas kaki ke sektor kecerdasan buatan (AI). Langkah ini mencakup perubahan nama perusahaan menjadi NewBird AI serta fokus baru sebagai penyedia infrastruktur komputasi AI.
Mengutip laman BBC, Kamis (16/4/2026) perusahaan yang berbasis di San Francisco itu mengungkapkan telah mencapai kesepakatan senilai USD 50 juta untuk mendukung transformasi bisnisnya.
Advertisement
Pengumuman tersebut langsung mendorong harga sahamnya naik lebih dari 580% dalam satu hari perdagangan. Meski demikian, nilai pasar perusahaan masih jauh di bawah puncaknya saat pertama kali melantai di bursa pada 2021.
NewBird AI berencana membeli unit pemrosesan grafis (GPU) canggih, yakni chip komputer yang menjadi tulang punggung teknologi AI. Perusahaan menilai terdapat celah di pasar karena tingginya permintaan komputasi yang belum mampu dipenuhi oleh industri saat ini.
Dalam jangka panjang, NewBird AI ingin menyediakan layanan chip grafis sesuai permintaan serta layanan cloud khusus untuk AI.
Transformasi ini terjadi di tengah penjualan merek Allbirds kepada konglomerat fesyen American Exchange Group melalui kesepakatan senilai 39 juta dolar AS yang diumumkan pada Maret lalu. Dengan demikian, bisnis sepatu akan berada di bawah kepemilikan baru, sementara perusahaan lama beralih ke sektor teknologi.
CEO Allbirds, Joe Vernachio, menyatakan langkah ini diharapkan memungkinkan perusahaan berkembang di masa depan. Namun, tidak semua pihak melihat perubahan ini secara positif.
Selain itu, Konsultan branding Wei Kan menilai langkah tersebut lebih menyerupai “likuidasi” daripada transformasi bisnis, dengan memanfaatkan status perusahaan publik untuk masuk ke industri yang sama sekali berbeda. Sementara itu, analis ritel Hitha Herzog menyebut lonjakan saham ini sebagai fenomena “saham meme”, di mana harga naik karena sentimen pasar, bukan fundamental bisnis.
Fenomena Saham Meme
Fenomena saham meme sendiri sempat populer selama pandemi Covid-19, ketika investor ritel mendorong kenaikan harga saham melalui media sosial. Herzog juga menyoroti bahwa antusiasme terhadap AI saat ini sangat tinggi, meskipun belum ada bukti nyata terkait produk atau pendapatan dari arah bisnis baru perusahaan.
"Tentu saja ada kegilaan AI yang sedang berlangsung", mengingat kurangnya bukti produk atau pendapatan dari perusahaan yang terkait dengan bisnis barunya, kata Herzog.
Allbirds didirikan pada tahun 2015 oleh mantan pemain sepak bola Tim Brown dan pengusaha teknologi bersih Joey Zwillinger. Perusahaan alas kaki ini membuka puluhan toko di AS dan di seluruh dunia termasuk Inggris, Selandia Baru, Tiongkok, dan Singapura, yang menargetkan pelari kasual, pekerja kantoran, dan pecinta yoga.
Namun, perusahaan ini kesulitan menghasilkan keuntungan sejak terdaftar di bursa saham Nasdaq di New York lima tahun lalu. Nilai pasar sahamnya telah anjlok dari harga tertinggi lebih dari USD 500 per saham menjadi sekitar USD 2,50 tepat sebelum perubahan fokus ke AI diumumkan.
Pengumuman tersebut memberi NewBird AI landasan untuk diperdagangkan, tetapi harga saham yang naik dari USD 3 menjadi USD 17 hanya karena siaran pers tidak akan mengembalikan nilai yang hancur sebesar USD 4 miliar.