Liputan6.com, Jawa Barat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Padjadjaran mengungkapkan adanya dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang guru besar di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran.
BEM Kema Fakultas Keperawatan menyebut telah berdiskusi dengan pihak Dekan terkait masalah ini.
Advertisement
"Pada hari Rabu, 15 April 2026 BEM Kema Fakultas Keperawatan Unpad telah melaksanakan forum diskusi bersama Dekanat, Senat, dan Tim Etik Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran serta Satgas PPKS Unpad terkait kasus kekerasan seksual yang terjadi di Fakultas Keperawatan Unpad," demikian berdasarkan keterangan, Kamis (16/4/2026).
BEM Kema Keperawatan Unpad mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak kampus untuk menindaklanjuti kasus ini.
"Unpad menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti dan menegakkan penanganan seluruh kasus kekerasan di lingkungan kampus, termasuk kasus yang melibatkan guru besar, guna memastikan terwujudnya ruang aman yang nyata bagi sivitas akademika," demikian seperti dikutip.
Disebutkan BEM Kema Keperawatan Unpad akan terus mengawal kasus ini, serta mendesak pihak universitas untuk melakukan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, secara lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada perspektif korban.
"Dalam waktu 1 x 24 jam, Unpad akan merilis informasi resmi terkait upaya pencegahan dan penanganan kekerasan, baik untuk kondisi saat ini maupun langkah ke depan," sebutnya.