Trump Klaim China Tak Akan Kirim Senjata ke Iran

Trump juga mengklaim bahwa China mendukung langkahnya membuka kembali akses di Selat Hormuz.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 16 April 2026, 13:03 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 30 Januari 2026. (Dok. AP/Evan Vucci)

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa China telah sepakat untuk tidak mengirimkan senjata ke Iran, di tengah laporan intelijen yang menyebut Beijing tengah mempertimbangkan bantuan sistem pertahanan udara bagi Teheran.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Rabu, sekaligus menyinggung rencana pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping dalam beberapa pekan ke depan. Trump mengklaim hubungan keduanya berjalan baik dan optimistis pertemuan tersebut akan berlangsung positif, dikutip dari laman New York Post, Kamis (16/4/2026).

Trump juga menyebut China mendukung langkahnya membuka kembali akses di Selat Hormuz, meski sebelumnya pejabat Beijing mengkritik kebijakan blokade AS sebagai tindakan berbahaya dan tidak bertanggung jawab.

“China sangat senang bahwa saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Mereka juga telah setuju untuk tidak mengirim senjata ke Iran,” kata Trump.

Namun, sejumlah laporan menyebut intelijen AS mencurigai adanya rencana China untuk mengirim MANPADS—sistem rudal pertahanan udara portabel—ke Iran guna memperkuat pertahanan terhadap potensi serangan Amerika.

Trump mengklaim telah mengirim surat langsung kepada Xi Jinping untuk meminta China tidak memberikan bantuan militer kepada Iran, dan menyebut permintaan tersebut telah direspons positif oleh Beijing.

Di sisi lain, ketegangan di kawasan meningkat setelah Komando Pusat AS mengumumkan blokade terhadap pelabuhan Iran telah diterapkan sepenuhnya. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari tekanan Washington terhadap Teheran, menyusul perselisihan terkait pengaturan lalu lintas dan pungutan di Selat Hormuz.

 

Jalur Vital

Dua perahu tradisional berlayar melewati sebuah kapal kontainer besar di Selat Hormuz, Jumat, 19 Mei 2023. (AP/Jon Gambrell)

Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global, dengan lebih dari 20 persen pengiriman minyak dunia melewati kawasan tersebut setiap tahun. China sendiri mengimpor sekitar setengah kebutuhan minyak mentahnya melalui jalur itu.

Pemerintah China sebelumnya mengecam kebijakan blokade tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyebut langkah AS berpotensi memperburuk ketegangan regional dan mengancam keamanan navigasi internasional.

Sementara itu, upaya diplomasi antara AS dan Iran masih menemui jalan buntu. Delegasi yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance dalam perundingan di Islamabad belum berhasil mencapai kesepakatan, terutama terkait tuntutan Washington atas program nuklir Iran.

Trump tetap menyatakan optimisme bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir. Ia juga menegaskan kesiapan AS untuk meningkatkan tekanan jika diperlukan.

Rencana kunjungan Trump ke Beijing bulan depan akan menjadi kunjungan pertama presiden AS ke China dalam hampir satu dekade, dan diperkirakan menjadi momentum penting dalam hubungan kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya