Trump Pamer Desain Gerbang Kemenangan Setinggi 76 Meter, Diklaim Paling Indah di Dunia

Trump menyebut, gerbang kemenangan ini akan berlapiskan emas.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 13 April 2026, 14:06 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memamerkan desain dari Gapura Kemenangan di Washington D.C. Ia klaim jadi yang paling indah sedunia. (Dok. U.S. Commission of Fine Arts)

Liputan6.com, Washington D.C - Gedung Putih mengungkap rencana ambisius Presiden Donald Trump untuk membangun sebuah gerbang kemenangan raksasa beraksen emas di ibu kota Amerika Serikat, Washington D.C. Monumen yang dijuluki “Arc de Trump” itu ia klaim akan menjadi yang terbesar sekaligus terindah di dunia.

Dalam pernyataan di media sosial, Trump menyebut proyek tersebut sebagai “Gapura Kemenangan TERBESAR dan TERINDAH, di mana pun di dunia.”

Ia juga menilai monumen itu akan menjadi tambahan ikonik bagi lanskap Washington D.C dan dapat dinikmati publik selama beberapa dekade ke depan.

Berdasarkan desain yang dirilis, gapura tersebut akan menjulang setinggi 250 kaki atau sekitar 76 meter—melampaui tinggi Gedung Capitol Amerika Serikat dan Lincoln Memorial. Struktur ini dihiasi elemen emas, termasuk obor dan mahkota yang terinspirasi dari Patung Liberty.

Tulisan “One Nation Under God” akan terpampang di bagian depan gerbang, dilengkapi ornamen dua elang emas serta empat patung singa sebagai penjaga di sekelilingnya.

Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, mengatakan bahwa monumen tersebut dirancang sebagai simbol penghormatan terhadap pengorbanan para pahlawan Amerika sepanjang sejarah.

"Ini akan menjadi pengingat visual atas pengorbanan mulia yang memungkinkan kebebasan dinikmati hingga hari ini," ujarnya.

Secara konsep, gapura ini disebut terinspirasi dari Arc de Triomphe di Prancis. Trump bahkan mengusulkan agar monumen itu ditempatkan di jalur masuk utama menuju ibu kota, tepatnya dari arah Arlington National Cemetery melintasi Memorial Bridge menuju kawasan Lincoln Memorial.

"Setiap orang yang melintasi jembatan itu menuju Lincoln Memorial pasti merasa ada sesuatu yang seharusnya berdiri di sana," kata Trump saat pertama kali mengemukakan ide tersebut tahun lalu.

Namun, proyek ini tidak lepas dari kontroversi. Pemerintah telah mengajukan proposal resmi ke Komisi Seni Rupa Amerika Serikat, yang akan meninjau rencana tersebut dalam waktu dekat. Panel ini diketahui beranggotakan sejumlah sekutu politik Trump.

 

Pendanaan Pembangunan

Sejumlah render dari monumen lengkung kemenangan yang ingin dipasang di Memorial Circle, di ujung Jembatan Arlington Memorial di Washington, DC, Amerika Serikat, sebagai upaya membangun warisan Donald Trump. (Dok. Jon Elswick/AP)

Dari sisi pendanaan, sebagian biaya pembangunan akan ditanggung oleh pembayar pajak. Dokumen anggaran yang dirilis melalui National Endowment for the Humanities (NEH) menunjukkan alokasi dana khusus sebesar 2 juta dolar AS, ditambah dana pendamping hingga 13 juta dolar AS.

Trump juga menyebut sisa anggaran dari proyek pembangunan ruang dansa di Gedung Putih—yang diklaim sepenuhnya didanai—dapat dialihkan untuk membantu pembiayaan gapura tersebut.

Pembangunan “Arc de Trump” menjadi bagian dari rangkaian upaya Trump merombak wajah Washington. Selain proyek ini, pemerintah juga tengah mendorong renovasi besar-besaran di Kennedy Center yang bahkan akan ditutup selama dua tahun mulai Juli mendatang.

Rencana tersebut memicu penolakan dari kelompok pelestarian sejarah yang telah mengajukan gugatan hukum. Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan proyek lain berupa pembangunan taman monumen baru bernama National Garden of American Heroes.

Dengan berbagai proyek monumental yang digagas, langkah Trump dinilai sebagai upaya meninggalkan jejak politik sekaligus simbolik di ibu kota AS. Namun, kritik soal pembiayaan publik dan perubahan lanskap historis Washington diperkirakan akan terus mengiringi realisasi ambisi tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya