Liputan6.com, Jakarta - Gelombang investasi kripto yang melonjak pasca terpilihnya kembali Donald Trump ternyata tidak selalu berujung manis. Bahkan, keluarga Trump disebut mengalami kerugian besar setelah bertaruh miliaran dolar di Bitcoin.
Dikutip dari Forbes, Sabtu (10/4/2026), pada Mei 2025, saat Trump kembali ke Gedung Putih, pasar kripto tengah mengalami lonjakan signifikan. Anak-anak Trump yang sebelumnya berhasil meningkatkan kekayaan sang presiden melalui berbagai aset digital bertema Trump, memutuskan untuk mengambil langkah lebih besar.
Advertisement
Mereka melakukan investasi berskala institusional pada Bitcoin, dengan keyakinan harga akan terus naik. Saat itu, harga Bitcoin berada di kisaran USD 108.000 per koin. Optimisme tinggi pun disampaikan secara terbuka.
“Saya pikir [Bitcoin] akan menembus USD 170.000,” ujar Eric Trump dalam sebuah konferensi.
“Saya akan bilang antara USD 150.000 hingga USD 175.000,” tambah Donald Trump Jr.
Keyakinan tersebut mendorong keluarga Trump untuk menggelontorkan dana besar ke aset kripto terbesar di dunia itu.
Melalui Trump Media and Technology Group, keluarga Trump melakukan langkah agresif dengan menjual saham senilai USD 1,4 miliar serta obligasi konversi sebesar USD 1 miliar.
Dana tersebut kemudian dialokasikan untuk membeli Bitcoin, menjadikan Trump sebagai salah satu investor besar di aset digital tersebut.
Pada Juli 2025, saat pembelian dilakukan, harga Bitcoin bahkan sempat mencapai USD 119.000.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Realisasi Berkata Lain
Langkah ini mengubah struktur portofolio Trump secara signifikan. Kepemilikan sahamnya di perusahaan berkurang menjadi sekitar 41%, sementara eksposur terhadap aset kripto meningkat drastis.
Jika prediksi kenaikan harga Bitcoin terwujud, potensi keuntungan diperkirakan bisa mencapai USD 1 miliar dalam waktu satu tahun.
Namun, realitas pasar berkata lain.
Setelah pembelian besar tersebut, harga Bitcoin mulai stagnan dan kemudian mengalami penurunan.
Pada Agustus 2025, Trump Media bahkan menambah investasi sebesar USD 114 juta ke aset kripto lain, yakni Cronos.
Namun, memasuki akhir November, pasar kripto mengalami koreksi yang menyeret turun aset berisiko, termasuk Bitcoin dan Cronos.
Nilai aset kripto Trump Media yang sebelumnya mencapai USD 2,4 miliar turun menjadi sekitar USD 1,8 miliar.
Upaya mitigasi pun dilakukan, termasuk strategi lindung nilai (hedging) untuk mengurangi risiko.
Namun tekanan berlanjut setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, memberi sinyal suku bunga tetap tinggi. Harga Bitcoin langsung turun 5% dalam sehari.
Kini, dengan harga Bitcoin di kisaran USD 72.000, nilai portofolio kripto Trump Media diperkirakan hanya sekitar USD 1,4 miliar—turun sekitar USD 1 miliar atau kurang lebih Rp 17 triliun (estimasi kurs Rp 17.17.095 per dolar AS). dari nilai awal.
Di saat yang sama, nilai kepemilikan pribadi Donald Trump di perusahaan tersebut juga menyusut hingga USD 1,6 miliar.
Masih Optimistis
Meski demikian, pihak perusahaan tetap optimistis.
“Kepemilikan Bitcoin kami mencerminkan investasi jangka panjang pada mata uang digital revolusioner ini, yang tidak kami nilai berdasarkan penurunan siklus sementara,” ujar juru bicara Shannon Devine.
Namun, pasar tampaknya belum sepenuhnya percaya. Saham Trump Media tercatat turun lebih tajam dibandingkan Bitcoin, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap strategi perusahaan ke depan.