Prabowo Subianto: Tidak Boleh Ada Orang Lapar di Indonesia

Prabowo tekankan pemerataan pangan dan target swasembada protein untuk pastikan tidak ada warga Indonesia yang kelaparan.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 09 April 2026, 19:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah. (Dok: Bakom RI)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian pangan dan energi sebagai fondasi utama ketahanan nasional. Dalam hal ini, sektor pangan menjadi prioritas utama yang lebih dahulu dikejar pemerintah.

Pemerintah sebelumnya telah menyatakan target swasembada pangan nasional, khususnya untuk komoditas beras. Namun, Prabowo menekankan bahwa aspek pemerataan menjadi kunci agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

"Yang penting sekarang adalah pemerataan, tidak boleh ada orang lapar di Indonesia," tegas Prabowo saat meresmikan pabrik kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah, mengutip tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/4/2026).

Ia menilai, setiap negara harus mampu mandiri di sektor strategis seperti pangan dan energi untuk menjaga kedaulatan dan keberlangsungan hidup bangsa.

"Negara yang sebesar kita kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive, bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri dan energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan," ujarnya.

"Alhamdulillah akibat kerja sama yang baik di antara banyak pihak kita sudah mandiri di bidang pangan. Sudah relatif swasembada, mungkin ada beberapa komoditas lagi, tapi intinya kita sudah tidak takut masalah pangan," sambung Prabowo.

 

Target Swasembada Protein

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, di Magelang Jawa Tengah (Jateng). (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan dengan menargetkan swasembada protein setelah keberhasilan di sektor beras.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari strategi besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Kita harus mempertahankan dan meningkatkan swasembada pangan kita, karena yang berhasil baru di bidang beras. Kita ingin menuju keberhasilan komoditas pangan selain beras, termasuk protein," kata Prasetyo usai mengikuti rapat kerja pemerintah di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, ketahanan pangan ke depan tidak hanya bergantung pada karbohidrat, tetapi juga harus memperhatikan kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh.

 

Fokus Protein Kelautan

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, di Magelang Jawa Tengah (Jateng). (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Prasetyo menjelaskan, sumber protein berbasis kelautan akan menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Potensi sektor maritim Indonesia dinilai sangat besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal.

"Protein salah satunya adalah yang berbasis dari ikan, maka betapa pentingnya program-program prioritas kerja pemerintah di bidang kelautan dan maritim," ujarnya.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional tidak hanya kuat dari sisi ketersediaan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya