Untung Rugi AS dan Iran dari Perjanjian Damai

Apa untung dan rugi yang didapatkan oleh kedua belah pihak?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 19 Juni 2026, 06:20 WIB
Momen Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani kesepakatan damai AS-Iran di Paris, Prancis, pada Rabu (17/6/2026).

Liputan6.com, Teheran - Perjanjian damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) 14 poin menjadi titik balik setelah konflik bersenjata yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Kesepakatan tersebut menghentikan operasi militer kedua negara, membuka kembali Selat Hormuz, dan memberi waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk merundingkan perjanjian permanen

Meski sama-sama mengklaim sebagai pemenang, isi perjanjian menunjukkan bahwa baik Washington maupun Teheran memperoleh keuntungan sekaligus harus menanggung sejumlah konsekuensi politik, ekonomi, dan keamanan.

Keuntungan bagi Amerika Serikat

Bagi Washington, keuntungan terbesar adalah komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Dalam MoU, Teheran kembali menyatakan tidak akan memiliki senjata nuklir dan bersedia membahas pengelolaan stok uranium yang diperkaya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dikutip dari ABC News, Jumat (19/6/2026).

AS juga berhasil menghentikan perang yang berpotensi menyeret kawasan ke konflik lebih luas sekaligus mengurangi tekanan terhadap ekonomi global.

Kesepakatan itu juga membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran yang mengangkut sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Dibukanya kembali jalur tersebut diperkirakan menurunkan risiko gangguan pasokan energi dan membantu menekan harga minyak dunia. 

Namun, AS juga harus memberikan sejumlah konsesi. Pemerintahan Presiden Donald Trump sepakat mencabut blokade laut terhadap Iran, membuka jalan bagi pelonggaran ekspor minyak Iran, serta memulai proses menuju pencabutan sanksi apabila Iran memenuhi seluruh kewajibannya dalam perjanjian final.

Langkah tersebut memicu kritik dari sebagian kalangan politik Amerika yang menilai Washington memberikan terlalu banyak konsesi sebelum memperoleh jaminan permanen dari Iran.

 

Keuntungan bagi Iran

Pejalan kaki melewati lukisan mural yang menggambarkan pendiri Republik Islam Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini dan bendera nasional di sepanjang dinding bekas Kedutaan Amerika Serikat (AS) di Ibu Kota Teheran, Iran, Sabtu (22/6/2019). (ATTA KENARE/AFP)

Di pihak Iran, manfaat ekonomi menjadi keuntungan paling nyata.

MoU membuka peluang bagi Teheran untuk kembali mengekspor minyak secara lebih leluasa setelah bertahun-tahun dibatasi sanksi. Kesepakatan juga membuka akses terhadap aset-aset Iran yang selama ini dibekukan serta pembentukan dana rekonstruksi senilai hingga 300 miliar dolar AS bersama mitra regional apabila perjanjian final tercapai.

Selain itu, pencabutan blokade laut memungkinkan aktivitas perdagangan melalui Selat Hormuz kembali normal sehingga membantu memulihkan perekonomian Iran yang terdampak perang.

Di sisi politik, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut MoU sebagai dokumen bersejarah yang menunjukkan Iran tetap mempertahankan martabat dan kedaulatannya dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat.

Meski demikian, Iran juga harus menerima sejumlah pembatasan. Teheran tetap diwajibkan memastikan program nuklirnya tidak mengarah pada pengembangan senjata nuklir dan seluruh implementasi kesepakatan akan diawasi melalui mekanisme internasional. Jika Iran melanggar isi perjanjian, AS membuka kemungkinan mengaktifkan kembali tekanan, termasuk opsi militer. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya