Emiten BNLI Tebar Dividen Rp 35 per Saham, Simak Jadwal Pembagiannya

Berikut jadwal pembayaran dividen untuk tahun buku 2025 PT Bank Permata Tbk (BNLI).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 April 2026, 11:36 WIB
PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 1,26 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 1,26 triliun. Pembagian dividen tunai itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 7 April 2026.

PT Bank Permata Tbk akan membagikan dividen tunai Rp 35 per saham.Adapun data keuangan per 31 Desember 2025 menjadi pertimbangan untuk pembagian dividen 2025 antara lain:

  • Laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 3,58 triliun
  • Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 10,16 triliun
  • Total ekuitas sebesar Rp 45,84 triliun

Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2025:

  • Tanggal efektif pada 7 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 15 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 16 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 17 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 20 April 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 17 April 2026 waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 7 Mei 2026

Berdasarkan data RTI, pada perdagangan saham sesi pertama, harga saham BNLI naik 2,68% menjadi Rp 3.060 per saham. Saham BNLI dibuka stagnan di posisi Rp 2.980 per saham. Harga saham BNLI berada di level tertinggi Rp 3.250 dan level terendah Rp 2.980 per saham. Total frekuensi perdagangan 82 kali dengan volume perdagangan saham 204 saham. Nilai transaksi Rp 64 juta.

Kinerja 2025

PT Bank Permata Tbk (BNLI) rilis laporan keuangan semester I 2025. (Foto: Bank Permata)

Sebelumnya, PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih Rp 3,6 triliun hingga akhir 2025. Kinerja tersebut mencerminkan pertumbuhan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Rudy Basyir Ahmad menegaskan, Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan melalui pendekatan yang disiplin dan berfokus pada kebutuhan nasabah.

“Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan," jelas dia dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Dengan fundamental yang resilien, dukungan penuh dari Bangkok Bank, serta kepercayaan seluruh pemangku kepentingan, Permata Bank mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan serta kualitas aset yang tetap terjaga.

"Kami yakin dengan tetap menjaga skala dan relevansi, Permata Bank dapat terus tumbuh berkelanjutan serta menjadi bank pilihan dan utama nasabah untuk memenuhi kebutuhan finansial sehari-hari, keluarga dan bisnis mereka,” ujar Rudy.

Sepanjang 2025, total pendapatan Permata Bank tercatat tumbuh 3,8 persen menjadi Rp 12,6 triliun.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan signifikan pada pendapatan non bunga yang melonjak 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.

 

Kredit dan Dana Nasabah

PT Bank Permata Tbk (BNLI) rilis laporan keuangan semester I 2025. (Foto: Bank Permata)

Dari sisi neraca, Permata Bank mencatat total aset sebesar Rp 268,3 triliun, meningkat 3,6 persen secara tahunan (YoY).

Sementara itu, simpanan nasabah tumbuh 3,9 persen YoY menjadi Rp 192,8 triliun, didukung peningkatan dana murah atau CASA yang naik 20,1 persen sehingga rasio CASA mencapai 63,9 persen.

Penyaluran kredit juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga akhir 2025, kredit Permata Bank meningkat 5,5 persen YoY menjadi Rp 163,3 triliun.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh segmen korporasi yang naik 11,2 persen YoY menjadi Rp 99,6 triliun.

Kualitas kredit bank juga tetap terjaga dengan rasio NPL Gross sebesar 2,1 persen dan Loan at Risk (LAR) yang membaik menjadi 6,3 persen.

Permata Bank juga mempertahankan tingkat pencadangan yang kuat dengan rasio NPL Coverage sebesar 356 persen dan LAR Coverage sebesar 118 persen.

Untuk menjaga kualitas aset, bank melakukan berbagai langkah seperti restrukturisasi kredit, proses litigasi, hingga penjualan aset guna menyelesaikan kredit bermasalah.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya