Di Tengah Perang, Pelepasan Kelelawar di Kyiv Jadi Simbol Harapan Warga Ukraina

Kelelawar Ukraina dianggap akan membawa kebahagiaan bagi warga setelah dilepaskan kembali ke alam.

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 09 April 2026, 21:30 WIB
Acara tahunan ini berlangsung pada Sabtu 4 April 2026, saat senja di sebuah taman alam di pinggiran kota Kyiv, Ukraina. Tampak dalam foto, seorang sukarelawan dari pusat rehabilitasi kelelawar Ukraina menunjukkan sayap kelelawar yang diselamatkan kepada orang-orang sebelum melepaskan kelelawar tersebut kembali ke alam liar di Kyiv, Ukraina, Sabtu, 4 April 2026. (AP Photo/Dan Bashakov)

Liputan6.com, Kyiv - Di tengah bayang-bayang perang, ratusan warga berkumpul di sebuah taman alam di pinggiran Kyiv untuk menyaksikan momen langka: pelepasan kelelawar yang diselamatkan dari wilayah konflik.

Saat senja turun, para sukarelawan dari Ukrainian Bat Rehabilitation Center membuka kantong kain satu per satu, membiarkan kelelawar terbang bebas ke langit. Setiap kali seekor kelelawar melesat, sorak sorai terdengar dari lebih dari 1.000 penonton yang hadir—mulai dari keluarga, tentara yang sedang tidak bertugas, hingga pecinta satwa.

Ratusan kelelawar yang dilepas sebagian besar berasal dari wilayah timur Ukraina yang terdampak perang. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serupa yang digelar untuk menyambut datangnya musim semi.

Salah satu sukarelawan, Anastasiia Vovk, mengatakan pelepasan ini memiliki arti penting karena seluruh 28 spesies kelelawar di Ukraina kini masuk dalam daftar hewan yang dilindungi akibat penurunan populasi.

“Melestarikan mereka sangat penting,” ujarnya, dikutip dari laman AP News, Kamis (9/4/2026).

Bagi warga, acara ini bukan sekadar kegiatan konservasi, tetapi juga ruang untuk bernapas sejenak dari tekanan perang. Setelah musim dingin yang panjang—ditandai suhu ekstrem, serangan drone dan rudal Rusia, serta pemadaman listrik—momen ini menjadi pelipur lara.

Anak-anak tampak antusias, beberapa mengenakan pakaian bertema kelelawar. Mereka menyaksikan para sukarelawan memberi makan hewan-hewan itu dengan ulat menggunakan pinset sebelum dilepaskan. Bahkan, sebagian anak diberi kesempatan memegang kelelawar dengan sarung tangan khusus.

“Kehidupan harus terus berjalan meski ada perang,” kata Oleksii Beliaiev, warga Kyiv yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku tetap menjalankan usaha percetakan kecil sambil menjadi sukarelawan untuk proyek militer.

 

Dampak Perang pada Hewan

Sebagai informasi, Ukrainian Bat Rehabilitation Center merupakan pusat rehabilitasi kelelawar terbesar di Eropa Timur. Tampak dalam foto, seorang sukarelawan dari pusat rehabilitasi kelelawar Ukraina memberi isyarat kepada orang-orang sebelum upacara pengembalian kelelawar ke alam liar di Kyiv, Ukraina, Sabtu, 4 April 2026. (AP Photo/Dan Bashakov)

Perang tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga satwa liar. Banyak habitat kelelawar hancur akibat pemboman, sementara suara ledakan membuat hewan tersebut terganggu, terutama saat hibernasi di musim dingin.

Alona Shulenko, yang memimpin kegiatan pelepasan, menjelaskan bahwa gangguan selama hibernasi dapat berakibat fatal bagi kelelawar. Dengan tingkat reproduksi yang rendah—hanya satu hingga dua anak per tahun—populasi mereka sulit pulih dengan cepat.

Ia juga menyoroti semakin sempitnya habitat alami yang memaksa kelelawar berpindah ke area perkotaan, seperti celah bangunan dan balkon. Namun, renovasi atau penghancuran bangunan justru berisiko memusnahkan seluruh koloni.

“Kita semua hidup dalam perang, dan setiap orang punya perjuangannya masing-masing,” ujar Shulenko. “Kami melakukan apa yang kami bisa. Jika tidak, ribuan kelelawar bisa mati.”

Di tengah konflik yang belum mereda, pelepasan kelelawar ini menjadi simbol kecil harapan—bahwa kehidupan, dalam bentuk apa pun, tetap berusaha bertahan.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya