Proyek Hunian Tanah Abang Dikebut, Pemerintah Siapkan Lahan Strategis

Tanah Abang jadi fokus pembangunan hunian bantaran rel. Pemerintah siapkan lahan negara untuk rakyat.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 06 April 2026, 19:00 WIB
Hal tersebut ditandai dengan kegiatan groundbreaking yang dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, dan Dirut PT KAI Didiek Hartantyo di Depo Stasiun Tanah Abang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pimpinan BUMN ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026), untuk membahas pembangunan hunian di bantaran rel kereta api, termasuk di kawasan strategis Tanah Abang.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasidin.

Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menyebut pembangunan hunian ini akan dilakukan di sejumlah kota besar, termasuk Tanah Abang, Bandung, dan Medan.

“Di banyak tempat. Di Tanah Abang itu lahan negara sangat strategis, di Bandung sangat strategis, di Medan sangat strategis. Kita menggunakan itu untuk kepentingan rakyat dan negara harus hadir,” ujar Ara dikutip dari Antara, Senin (6/4/2026).

Ia mengungkapkan telah meninjau langsung lokasi hunian di Tanah Abang sebelumnya. Bahkan, pada hari yang sama, ia juga meninjau lokasi di Bandung bersama pihak KAI.

Pembangunan hunian ini ditujukan untuk masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran rel, agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

 

Lahan Negara di Tanah Abang Akan Diambil Kembali

Kementerian Perhuhungan bersama PT KAI resmi memulai perluasan Stasiun Tanah Abang pada Minggu, 30 April 2023. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Maruarar menegaskan, pemerintah akan mengambil kembali lahan negara yang selama ini dikuasai oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, termasuk di kawasan Tanah Abang.

Menurutnya, langkah ini penting untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.

“Banyak sekali tanah negara yang dikuasai oleh pihak lain dan kita akan kuasai kembali untuk kepentingan negara dan kepentingan rakyat,” kata Ara.

Ia menambahkan, sinergi lintas kementerian dan lembaga diperlukan agar program ini dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung pembangunan hunian melalui kajian dan riset teknologi.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan hunian yang lebih efisien, modern, dan sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk di kawasan padat seperti Tanah Abang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya