Serangan Udara Israel di Lebanon Hantam Hunian Bertingkat, 4 Orang Dilaporkan Tewas

Serangan udara Israel di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 30 lainnya pada Minggu, 5 April 2026.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 06 April 2026, 06:14 WIB
Serangan udara Israel di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 30 lainnya pada Minggu, 5 April 2026. (Foto: Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Serangan udara yang dilancarkan Israel di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 30 lainnya pada Minggu, 5 April 2026. Informasi tersebut disampaikan oleh sumber dari layanan ambulans Lebanon kepada RIA Novosti.

"Empat orang tewas, 30 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel di Jnah," kata sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa jumlah tersebut mungkin masih bersifat sementara, dilansir dari Antara.

Sebelumnya, koresponden RIA Novosti melaporkan bahwa angkatan udara Israel melakukan serangan ke wilayah pinggiran selatan Beirut. Sejumlah rudal dilaporkan menghantam beberapa gedung hunian bertingkat di kawasan Jnah dan Roueiss.

Wilayah Jnah sendiri merupakan kawasan penting, di mana Kedutaan Besar China berada. Selain itu, daerah tersebut juga menjadi lokasi tempat penampungan sementara terbesar yang menampung lebih dari 8.000 pengungsi dari wilayah selatan dan timur Lebanon.

 

Eskalasi Konflik Meningkat

Potret pemimpin lama Hizbullah, Hassan Nasrallah (kanan), dan sepupunya, Hashem Safieddine, terlihat di tengah kepulan asap akibat serangan udara Israel di wilayah Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin, 30 Maret 2026. (Dok. AP/Hassan Ammar)

Eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah meningkat sejak 2 Maret, ketika kelompok tersebut kembali melancarkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Sebagai respons, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai wilayah di Lebanon, termasuk wilayah selatan, Lembah Beqaa, serta pinggiran ibu kota Beirut.

Pada 16 Maret, militer Israel secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di wilayah Lebanon selatan, menandai peningkatan signifikan dalam konflik yang tengah berlangsung.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya