Liputan6.com, Jakarta - Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Hajar Aswad, bersama empat pejabat lainya di lingkungan Imigrasi Batam dinonaktifkan sementara.
Langkah ini merupakan buntut dugaan keterlibatan oknum petugas berinisial JS dalam praktik pungutan liar (pungli)di Pelabuhan Ferry internasional Batam, Center terhadap wisatawan asal Singapura beberapa waktu lalu.
Advertisement
Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau Ujo Sujoto membenarkan penonaktifan tersebut. Ia menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mempermudah proses pemeriksaan lanjutan yang tengah berlangsung.
"Untuk sementara, Kepala Kantor Imigrasi Batam bersama Kabid, Kasi, hingga supervisor dan petugas yang bertugas di Batam Center kami tarik dari penugasan,” ujar Ujo saat dikonfirmasi Liputan6.com, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, penarikan dan Penon Aktipan ini bukan berarti pencopotan jabatan, melainkan bagian dari proses klarifikasi dan pemeriksaan internal. Hingga saat ini, belum ada pengganti resmi karena seluruh pejabat yang ditarik masih berstatus dalam tahap pemeriksaan.
"Belum dicopot, ini masih proses pemeriksaan. Mereka ditarik dulu untuk memudahkan penelusuran," ucap Ujo.
Langkah tegas Kementerian Imigrasi ini menyusul mencuatnya dugaan praktik pungli yang dilakukan oknum petugas di Pelabuhan Feri Terminal Internasional Batam Center.
Telusuri Informasi
Selain itu, pihaknya juga tengah menelusuri informasi terkait dugaan keterlibatan oknum petugas bersama pihak ketiga atau calo dalam praktik serupa terhadap tenaga kerja Indonesia yang tidak memiliki izin kerja untuk tujuan Malaysia dan Singapura.
Ujo menegaskan, seluruh penanganan kasus harus berbasis data dan fakta yang kuat agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.
"Saya minta semua harus berbasis data dan fakta. Jangan hanya pengakuan tanpa kejelasan siapa yang terlibat. Kita telusuri secara sistematis," terang dia.
Sebagai langkah lanjutan, pengawasan di area pelabuhan akan diperketat, termasuk terhadap aktivitas pihak ketiga seperti pengelola pelabuhan dan agen penjemput penumpang.
"Kita akan tertibkan semua. Tidak boleh lagi ada aktivitas yang tidak jelas di area pelabuhan. Agen juga harus melalui jalur khusus, tidak bercampur dengan penumpang," kata Ujo.
Ia memastikan, ke depan pelayanan keimigrasian di Batam akan dibenahi secara menyeluruh guna mencegah terulangnya praktik serupa.
"Saya jamin ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Kita benahi sistem dan pengawasan," jelas Ujo.
Ujo juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan tindakan tidak wajar dari petugas imigrasi melalui kanal pengaduan resmi yang telah disediakan.