Chelsea Catat Kerugian Terbesar dalam Sejarah Liga Inggris

Chelsea mencatat kerugian terbesar dalam sejarah Liga Inggris sebesar 262,4 juta pounds. Meski rugi besar, pendapatan klub justru meningkat signifikan.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 02 April 2026, 08:12 WIB
Kemudian, dua gol penalti Cole Palmer di babak kedua dan sepakan keras Enzo Fernandez, memastikan kemenangan comeback Chelsea yang luar biasa di markas The Lilywhites. (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea mencatatkan kerugian finansial terbesar dalam sejarah Liga Inggris setelah laporan terbaru diumumkan. Klub asal London itu membukukan kerugian sebelum pajak sebesar 262,4 juta pounds untuk periode yang berakhir 30 Juni 2025.

Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Manchester City dengan 197,5 juta pounds pada musim 2010/11. Situasi ini menempatkan Chelsea dalam sorotan terkait kondisi keuangan klub.

Pengumuman ini datang tidak lama setelah klub menerima denda besar dari Liga Inggris. Selain itu, mereka juga dikenai larangan transfer bersyarat selama satu tahun akibat pelanggaran finansial di era sebelumnya.

Chelsea menjelaskan bahwa kerugian ini dipengaruhi oleh peningkatan biaya operasional. Meski demikian, klub tetap optimistis dengan prospek keuangan ke depan.


Pendapatan Meningkat di Tengah Kerugian

Skuad Chelsea merayakan gol Joao Pedro ke gawang Fulham di pekan ketiga Premier League 2025/2026 di Stamford Bridge, Sabtu (30/08/2025) malam WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Di tengah kerugian besar, Chelsea justru mencatat peningkatan pendapatan. Total pemasukan klub mencapai 490,9 juta pounds, menjadi yang tertinggi kedua dalam sejarah mereka.

Klub bahkan memperkirakan angka tersebut bisa meningkat hingga 700 juta pounds pada musim berikutnya. Proyeksi ini didorong oleh aktivitas transfer pemain yang menghasilkan pemasukan besar.

Penjualan pemain pada musim panas lalu mencapai 314,4 juta pounds. Beberapa transfer besar termasuk Noni Madueke ke Arsenal, Kiernan Dewsbury-Hall ke Everton, dan Djorde Petrovic ke Bournemouth.


Kepatuhan Aturan dan Denda UEFA

Chelsea meraih kemenangan 3-1 atas Wolverhampton Wanderers pada laga pekan ke-22 Liga Inggris 2024-2025 di Stadion Stamford Bridge, Senin (20/1/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Chelsea tetap dinyatakan mematuhi aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR). Aturan tersebut membatasi kerugian maksimal 105 juta pounds dalam tiga tahun.

Klub juga sempat menerima denda sebesar 20 juta euro atau sekitar 17,3 juta pounds dari UEFA. Selain itu, terdapat potensi denda tambahan lebih dari 50 juta pounds jika gagal memenuhi aturan dalam empat tahun.

Chelsea percaya bahwa struktur keuangan mereka kini lebih stabil. Klub optimistis dapat tetap mematuhi semua regulasi yang berlaku ke depan.


Biaya Agen dan Laporan Tambahan

Chelsea - Ilustrasi Logo Chelsea (Bola.com/Adreanus Titus)

Chelsea juga mencatat pengeluaran besar untuk biaya agen pemain. Dalam satu tahun terakhir, klub menghabiskan lebih dari 65 juta pounds untuk keperluan tersebut.

Angka ini menjadi yang tertinggi di Liga Inggris dalam periode Februari 2025 hingga Februari 2026. Secara keseluruhan, klub-klub Inggris mengeluarkan lebih dari 460 juta pounds untuk agen.

Perbedaan angka kerugian juga sempat muncul dalam laporan UEFA yang menyebut angka lebih tinggi. Namun, sumber internal klub menyatakan perbedaan tersebut disebabkan metode pelaporan yang berbeda.

Sumber: Sky Sports


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya