Penjualan Naik 40%, COCO Kantongi Pendapatan Rp 165 Miliar di 2025

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) mencatatkan kenaikan penjualan signifikan di 2025.

oleh Septian DenyDiterbitkan 01 April 2026, 11:20 WIB
Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) membukukan total pendapatan neto sebesar Rp165,08 miliar pada tahun 2025. Hal ini perbaikan fundamental bisnis dan transformasi strategis yang mulai memberikan dampak signifikan pada kuartal IV-2025.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), penguatan strategi komersial dan ekspansi pasca right issue yang dilakukan Perseroan pada pada kuartal ke IV-2025 langsung memberikan efek positif, tercermin dari akselerasi penjualan yang naik hingga 40%, dari Rp38,3 miliar pada kuartal III-2025 menjadi Rp53,5 miliar di akhir kuartal.

Akselerasi penjualan terlihat jelas pada kuartal IV-2025 yang mencapai Rp53,5 miliar, meningkat signifikan dibandingkan kuartal III-2025 Rp38,3 miliar atau naik 40%, didorong oleh penguatan strategi komersial dan ekspansi pasar pasca right issue.

Di sisi profitabilitas, EBITDA Perseroan tetap menunjukkan ketahanan di tengah proses transformasi, meskipun laba/rugi tahun berjalan tercatat rugi sebesar Rp250,86 miliar pada 2025 dibandingkan rugi Rp52,20 miliar pada 2024. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh pencatatan beban non-operasional yang bersifat tidak berulang (one-off non-recurring items).

Sejalan dengan transformasi tersebut, posisi keuangan Perseroan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Ekuitas Perseroan berhasil berbalik menjadi positif sebesar Rp112 miliar pada kuartal IV-2025, dari sebelumnya negatif Rp4 miliar pada kuartal III-2025.

 

 

Belanja Modal

Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menilik ke belakang, dalam dua tahun terakhir Perseroan juga telah melakukan belanja modal (capex) sebesar Rp27 miliar, yang difokuskan pada peningkatan kapasitas dan produktivitas operasional. Kapasitas produksi Perseroan juga meningkat sebanyak

3.000 ton menjadi 12.000 ton per tahun yang akan efektif di 2026.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Win&Co Group menargetkan pertumbuhan pendapatan di atas 50% pada tahun 2026. Target ini akan didorong oleh penguatan segmen B2B, ekspansi distribusi, peningkatan kapasitas produksi, serta momentum musiman seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. Perseroan juga telah mengamankan pipeline kerja sama dengan berbagai pelaku industri bakery dan kue ternama di Indonesia sebagai pendorong utama pertumbuhan penjualan.

 

Peluang Ekspansi

Selain pertumbuhan organik, Perseroan juga tengah menjajaki peluang ekspansi anorganik melalui rencana akuisisi perusahaan, khususnya di sektor makanan non-cokelat dan fast moving consumer goods (FMCG). Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha guna memperluas portofolio produk serta memperkuat posisi Perseroan di industri makanan dan minuman yang lebih luas.

Manajemen meyakini bahwa kombinasi antara transformasi internal, peningkatan kapasitas, serta potensi sinergi dari ekspansi anorganik akan menjadi katalis utama dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan Perseroan ke depan.

Dengan fundamental yang semakin kuat dan momentum pertumbuhan yang telah terbentuk sejak akhir 2025, Win&Co Group optimistis dapat membalikkan kinerja laba serta mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan di tahun 2026.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya