IMPC Kantongi Pendapatan Rp 4,3 Triliun pada 2025

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mencatat pendapatan tumbuh 10,1% dan laba bersih naik 15% pada 2025.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 01 April 2026, 06:00 WIB
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun fiskal 2025Foto: Freepik/ pch.vector

Liputan6.com, Jakarta - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun fiskal 2025 dengan pertumbuhan pada hampir seluruh indikator utama. Pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp 4,3 triliun, meningkat 10,1% dibandingkan Rp 3,9 triliun pada tahun sebelumnya.

Melansir laporan keuangan Perseroan pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/4/2026), dari sisi profitabilitas, laba kotor naik menjadi Rp 1,7 triliun dari Rp 1,5 triliun, dengan margin laba kotor membaik tipis dari 39,4% menjadi 39,5%. Laba usaha turut meningkat 6,8% menjadi Rp 848 miliar dari Rp 795 miliar. Sementara itu, laba bersih tumbuh lebih tinggi sebesar 15 % menjadi Rp 620 miliar dari Rp 539 miliar, dengan margin laba bersih naik dari 13,9% menjadi 14,5%.

Kinerja operasional juga tercermin dari EBITDA yang meningkat 8,7% menjadi Rp 1,0 triliun dibandingkan Rp 949 miliar pada tahun sebelumnya. Meski margin EBITDA sedikit turun dari 24,5% menjadi 24,2%, peningkatan nominal menunjukkan pertumbuhan kinerja yang tetap kuat.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat 18,9% menjadi Rp 5,30 triliun, didorong oleh kenaikan aset lancar sebesar 29,2% menjadi Rp 2,85 triliun serta lonjakan kas dan setara kas sebesar 146,0% menjadi Rp 711 miliar. Total ekuitas juga melonjak signifikan sebesar 58,4% menjadi Rp 3,40 triliun.

Sebaliknya, total liabilitas mengalami penurunan 17,7% menjadi Rp 1,91 triliun, dengan liabilitas jangka pendek turun 13,1% menjadi Rp 1,06 triliun. Perbaikan struktur permodalan tercermin dari rasio liabilitas terhadap ekuitas yang turun dari 1,1x menjadi 0,6x, serta rasio liabilitas terhadap aset yang menurun dari 0,5x menjadi 0,4x.

Selain itu, rasio utang terhadap EBITDA membaik signifikan dari 1,4x menjadi 0,6x, sementara rasio lancar meningkat dari 1,8x menjadi 2,7x, menunjukkan likuiditas yang semakin kuat. Di sisi lain, rasio EBITDA terhadap beban bunga berada di level 13,2x.

Secara keseluruhan, capaian kinerja tersebut melampaui target yang telah ditetapkan Perseroan untuk 2025, yakni pendapatan Rp 4,2 triliun dan laba bersih Rp 600 miliar.

 

 

IMPC Bidik Pendapatan Rp 5,1 Triliun pada 2026

Ilustrasi Laporan Keuangan, Laba, Rugi. Foto: Freepik/mindandi

Sebelumnya, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menatap 2026 dengan target pertumbuhan lebih tinggi, seiring tren kinerja yang terus menguat dan struktur permodalan yang semakin solid. Perseroan membidik pendapatan mencapai Rp 5,1 triliun serta laba bersih di atas Rp 700 miliar.

Target tersebut dipasang setelah fondasi kinerja dinilai cukup kuat. Sepanjang 2025, IMPC diperkirakan membukukan pendapatan sekitar Rp 4,2 triliun atau tumbuh 10% dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp 3,9 triliun. Laba bersih juga diestimasi melampaui Rp 600 miliar.

"Kami bersyukur atas pencapaian ini, yang tidak lepas dari kerja keras, kolaborasi, dan inovasi seluruh tim Perseroan. Didukung sekitar 3.000 karyawan, Perseroan secara konsisten menciptakan nilai tambah ekonomi di sepanjang rantai produksi hingga distribusi, sehingga turut mendorong perputaran ekonomi yang berdampak bagi puluhan ribu pemangku kepentingan,” ujar Haryanto Tjiptodihardjo selaku Direktur Utama Perseroan dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (5/2/2026).

 

Perkuat Struktur Permodalan

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Untuk menopang target 2026, Perseroan telah memperkuat struktur permodalan melalui aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) pada paruh kedua 2025 dengan menghimpun dana Rp 586,1 miliar dari penerbitan 638.500.000 saham baru. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung agenda ekspansi tahun depan.

“Dengan neraca yang sehat serta posisi arus kas yang kuat, kami optimis dapat mencetak pertumbuhan dua digit secara berkelanjutan setiap tahunnya,” lanjut Haryanto.

Dalam rencana lima tahun 2025–2029, IMPC mengusung tema “Disrupting for a Better World” sebagai arah strategis jangka panjang. Namun dalam jangka dekat, fokus Perseroan tertuju pada realisasi target pertumbuhan 2026 yang lebih agresif, dengan ekspansi sebagai salah satu pendorong utama kinerja.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya