Program Desa BRILiaN Dorong Transformasi Desa, Kampung Koboi Tugu Selatan Jadi Ikon Wisata

Desa Tugu Selatan di Bogor mengembangkan Kampung Koboi sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal lewat Program Desa BRILiaN dari BRI.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 31 Maret 2026, 17:19 WIB
Kampung Koboi Tugu Selatan bertransformasi dalam program Desa BRILiaN dari BRI.

Liputan6.com, Bogor - Transformasi ekonomi desa berbasis potensi lokal terus menunjukkan perkembangan positif. Hal ini tercermin dari Desa Tugu Selatan di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, yang mampu mengintegrasikan kekuatan alam, tradisi, dan inovasi menjadi ekosistem ekonomi desa yang produktif.

Desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur ini dikelilingi panorama alam hijau yang asri. Potensi tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat.

Bagi warga Tugu Selatan, alam bukan sekadar latar kehidupan, tetapi juga fondasi utama penghidupan. Aktivitas ekonomi masyarakat berkembang dari sektor pertanian, peternakan, hingga pariwisata berbasis kearifan lokal yang dijalankan secara berkelanjutan.

Kepala Desa Tugu Selatan M. Eko Windiana mengatakan transformasi desa semakin terasa sejak Tugu Selatan masuk dalam nominasi Desa BRILiaN yang digagas oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Program tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi berbagai pihak untuk mendorong pengembangan usaha masyarakat serta meningkatkan layanan desa.

"Kampung Koboi itu bermula dari di desa kami ada sebuah kampung yang dari dulu sejak saya lahir namanya sudah Kampung Teksas. Dan kebetulan hampir mayoritas masyarakat di Kampung Teksas ini semua bekerjanya sebagai penunggang kuda," jelas Eko.

Kampung Koboi Jadi Ikon Wisata Desa

Foto dok. BRI

Pengembangan Kampung Koboi menjadi salah satu wujud konkret transformasi tersebut. Destinasi wisata ini berangkat dari identitas Kampung Teksas sebagai kawasan para penunggang kuda, yang kemudian dikemas menjadi atraksi wisata edukatif. Selain memberikan pengalaman bagi pengunjung, keberadaannya juga membuka peluang usaha baru sekaligus menciptakan ruang pembelajaran dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan ekonomi desa dijalankan secara terintegrasi melalui berbagai unit usaha, mulai dari layanan internet desa, Café Landing Para Layang sebagai ruang tumbuh UMKM lokal, hingga pengelolaan Kampung Koboi sebagai ikon wisata. BUMDes juga menghadirkan layanan keuangan melalui BRILink Agen, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan transaksi dengan lebih mudah dan efisien.

 

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM

Kehadiran Kampung Koboi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para penunggang kuda. Peningkatan kunjungan wisatawan membuka peluang pendapatan baru, sementara dukungan BRI melalui pembiayaan dan penguatan infrastruktur turut mendorong pengembangan usaha masyarakat. Sejumlah pelaku usaha telah memanfaatkan akses pembiayaan melalui KUR untuk mendukung pengembangan usahanya.

Di sektor lain, klaster peternakan sapi perah juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Produksi susu yang mencapai sekitar 2.000 liter per hari menjadi indikator meningkatnya kapasitas usaha masyarakat. Dukungan permodalan melalui KUR serta kolaborasi dengan BUMDes turut mendorong peningkatan populasi ternak dan produktivitas.

Sementara itu, sektor pertanian yang tergabung dalam Gapoktan terus diperkuat melalui dukungan alat pertanian serta pendampingan guna meningkatkan hasil produksi dan memperluas lahan usaha.

Keberhasilan Desa Tugu Selatan tidak terlepas dari implementasi empat pilar utama Desa BRILiaN, yakni penguatan kelembagaan desa melalui BUMDes, digitalisasi layanan, inovasi berbasis kearifan lokal, serta keberlanjutan sebagai fondasi pembangunan desa.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa Program Desa BRILiaN merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat ekonomi desa sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru di tingkat lokal. Program ini dirancang untuk mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, serta integrasi ekosistem usaha.

"Program Desa BRILiaN kami arahkan untuk membangun desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada kekuatan lokal, termasuk di Desa Tugu Selatan. BRI tidak hanya menghadirkan pembiayaan, tetapi juga mendorong penguatan kelembagaan, digitalisasi, dan pengembangan ekosistem usaha agar desa mampu naik kelas secara berkelanjutan. Pendampingan dan pemberdayaan terus kami lakukan untuk memastikan terciptanya nilai tambah ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa," pungkas Akhmad.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya