22 Migran Tewas di Laut Mediterania Usai Enam Hari Terombang-ambing Menuju Yunani

Bagaimana kronologi kejadian hingga para migran ini tewas?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 29 Maret 2026, 14:06 WIB
Penjaga pantai Yunani melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di lepas pantai Pulau Lesbos pada 6 Februari 2023. Sebuah kapal yang membawa migran dari negara tetangga Turki tenggelam di lepas pantai. (Handout/Hellenic Coast Guard/AFP)

Liputan6.com, Athena - Sebanyak 22 migran dilaporkan tewas di Laut Mediterania setelah terombang-ambing selama enam hari di atas perahu karet dalam upaya mencapai Yunani dari Afrika Utara. Informasi ini diperoleh dari kesaksian para korban selamat kepada penjaga pantai Yunani pada Sabtu (28/3/2026).

Penjaga pantai sebelumnya menyatakan bahwa 26 orang berhasil diselamatkan pada Jumat malam oleh kapal milik badan perbatasan Uni Eropa di perairan lepas Pulau Kreta. Di antara mereka terdapat seorang perempuan dan seorang anak di bawah umur, dikutip dari laman France24, Minggu (29/3).

Para korban selamat terdiri dari 21 warga Bangladesh, empat warga Sudan Selatan, dan satu warga Chad. Mereka mengungkapkan bahwa jenazah para korban yang meninggal dunia dibuang ke laut atas perintah salah satu penyelundup manusia yang berada di atas kapal.

Dua orang korban selamat dilaporkan mengalami kondisi serius dan telah dilarikan ke rumah sakit di Heraklion, Kreta.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kapal tersebut berangkat dari Tobruk, kota pelabuhan di Libya timur, pada 21 Maret dengan tujuan Yunani—yang selama ini menjadi salah satu pintu masuk utama bagi migran yang ingin mencari suaka di Uni Eropa.

Dalam perjalanan, kapal dilaporkan kehilangan arah dan terjebak di laut selama hampir sepekan tanpa persediaan makanan maupun air. Kondisi ini diperparah oleh cuaca buruk, yang menurut penjaga pantai turut berkontribusi pada kematian para penumpang akibat kelelahan ekstrem.

Otoritas Yunani telah menangkap dua pria asal Sudan Selatan berusia 19 dan 22 tahun yang diduga sebagai penyelundup. Keduanya kini tengah diselidiki atas dugaan penyelundupan manusia, masuk secara ilegal ke wilayah Yunani, serta tuduhan pembunuhan akibat kelalaian.

Kapal yang membawa para migran tersebut ditemukan sekitar 53 mil laut di selatan Ierapetra, wilayah selatan Kreta.

 

Tambah Jumlah Korban Jiwa

Penjaga pantai Yunani melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di lepas pantai Pulau Lesbos pada 6 Februari 2023.Dua wanita dan satu pria yang tenggelam diyakini sebagai bagian dari kelompok 41 orang yang perahunya tenggelam setelah menabrak karang di dekat pulau Lesbos, kata seorang juru bicara penjaga pantai kepada AFP. (Manolis Lagoutaris / AFP)

Tragedi ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa di jalur migrasi Mediterania. Badan perbatasan Uni Eropa, Frontex, mencatat bahwa jumlah kematian migran dalam dua bulan pertama tahun 2026 meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data dari Organisasi Internasional untuk Migrasi menunjukkan, sebanyak 559 orang meninggal di Mediterania sepanjang Januari hingga Februari tahun ini, naik signifikan dari 287 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Insiden serupa juga terjadi pada Desember lalu, ketika sedikitnya 18 migran ditemukan tewas di dalam perahu yang rusak di barat daya Kreta. Hanya dua orang yang selamat dalam peristiwa tersebut, sementara 15 lainnya dinyatakan hilang dan diduga tenggelam.

Menanggapi meningkatnya tragedi kemanusiaan ini, Komisi Eropa menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama dengan negara-negara mitra di sepanjang jalur migrasi, serta meningkatkan upaya pemberantasan jaringan penyelundup manusia yang dinilai bertanggung jawab atas banyaknya korban jiwa.

Sementara itu, Parlemen Eropa baru-baru ini menyetujui langkah pengetatan kebijakan migrasi, termasuk rencana pembentukan “pusat pemulangan” di negara ketiga di luar Uni Eropa. Kebijakan tersebut menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia yang menilai langkah itu tidak manusiawi dan berpotensi melanggar hak-hak dasar para migran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya