Polisi Tangkap Ibu yang Diduga Jual 3 Anak dan Keponakannya di Makassar

Salah satu anak yang dijual berusia 3 bulan dan sampai saat ini belum diketahui kebaradaannya.

oleh FauzanDiterbitkan 27 Maret 2026, 09:31 WIB
Ilustrasi perdagangan manusia. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Liputan6.com, Makassar - Kasus ibu jual anak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kini memasuki tahap penyelidikan lebih lanjut. Aparat kepolisian telah mengamankan seorang wanita berinisial MT (38), yang sebelumnya dilaporkan oleh suaminya, Anto (40).

MT diduga terlibat dalam praktik penjualan tiga anak serta satu keponakannya. Saat ini, yang bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik dari Direktorat PPA dan PPO Polda Sulsel.

Kasubdit II Direktorat PPA dan PPO Polda Sulsel, Kompol Zaki Sungkar, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan terlapor dan langsung melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Penangkapan dilakukan oleh tim Subdit PPO saat MT masih berada di wilayah Makassar, pada Kamis (26/3/2026).

"Terlapor sudah kami amankan yang inisial wanita berinisial MT itu," ujar Kasubdit PPO, Kompol Zaki kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).

Setelah diamankan, polisi bergerak cepat dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak serta melakukan penelusuran lebih lanjut demi mengungkap fakta dalam kasus dugaan perdagangan anak ini.

"Anggota kami tim Subdit PPA Polda Sulsel langsung bergerak ambil keterangan dan cek semua. Terlapor kami amankan masih di wilayah Kota Makassar," katanya.

Sayangnya, meski terlapor telah diamankan, keberadaan anak-anak yang diduga menjadi korban hingga kini masih belum diketahui. Polisi menyatakan proses pencarian dan pengembangan kasus masih terus dilakukan.

"Kalau untuk anaknya ini belum diketahui, ini kami masih kembangkan," tutur Zaki.

 

Jual 3 Anak dan 1 Keponakan

Sebelumnya, dugaan kasus penjualan anak kembali mencuat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang pria bernama Anto (40) melaporkan istrinya sendiri yang berinisial MT (38), ke Polda Sulawesi Selatan usai diduga menjual tiga anaknya serta satu keponakan kepada orang lain.

Dalam keterangannya, Anto mengungkapkan bahwa ia memiliki lima anak, terdiri dari tiga anak kandung dari pernikahannya dengan MT dan dua anak sambung.

Kecurigaan Anto bermula saat ia menyadari beberapa anaknya tidak lagi berada di rumah. Salah satunya adalah bayi berinisial AZ yang masih berusia 3 bulan dan kini tidak diketahui keberadaannya. Selain itu, salah satu anak sambungnya berinisial AI juga diduga telah dijual oleh istrinya bersama pihak keluarga.

"Saya dapat informasi dari istri saya kalau anak sambung saya, AI, itu sudah dijual dengan mertua saya," ujar Anto kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).

Selain itu, Anto juga mengaku memperoleh informasi dari Ketua RT setempat terkait anak kandungnya berinisial AZ. Ia mengatakan, sejak masih dalam kandungan, bayi tersebut diduga sudah 'dipesan' oleh seseorang dengan uang panjar sebesar Rp1,8 juta.

"Saya tahu dari pak RT, katanya waktu anak saya masih dalam kandungan sudah ada yang panjar Rp1,8 juta. Saya dengar dari pak RT, yang sudah panjar datang (setelah bayinya lahir) dan cekcok karena bayi belum diberikan," katanya.

Kecurigaan lalu semakin menguat ketika anaknya yang lain, berinisial AS, tidak pernah ditemui selama sekitar dua bulan terakhir. Anto menduga anak tersebut juga mengalami hal serupa.

"AS ini menurut saya dia juga sudah dijual karena sudah tidak pernah datang lagi, ada dua bulan saya tidak pernah ketemu dengan anak saya," tambahnya.

Tak hanya itu, Anto juga mengungkap adanya dugaan serupa pada bayi dari keluarga iparnya. Ia menyebut bayi tersebut langsung diambil seseorang setelah dilahirkan dengan nilai transaksi sekitar Rp8 juta.

"Istri saya bilang waktu melahirkan iparnya itu, bayinya juga langsung ada yang ambil dan sudah dibayar Rp8 juta," ungkapnya.

Sebelum kejadian ini terungkap, MT sempat berpamitan untuk pergi ke rumah orang tuanya dengan alasan menghindari sakit saat musim hujan. Namun, setelah lebih dari sepekan, ia tidak kunjung kembali. Saat Anto mendatangi rumah mertuanya, ia mendapati istri dan anak-anaknya sudah tidak berada di sana.

"Saya sudah desak pulang, tapi tidak mau. Saya datang ke rumah mertua, tapi istri dan anak-anak saya sudah tidak ada," tuturnya.

Atas kejadian tersebut, Anto kemudian melaporkan istrinya ke Polda Sulawesi Selatan pada 2 Maret 2026 dengan nomor laporan LP/B/248/III/2026/SPKT/POLDA SULAWESI SELATAN. Hingga kini, ia berharap keberadaan anak-anaknya segera terungkap dan dapat kembali dengan selamat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya