Detik-Detik Pramugari Secara Ajaib Selamat dari Kecelakaan Pesawat Air Canada

Ada satu penyebab yang diduga menyelamatkan pramugari Air Canada tersebut.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 25 Maret 2026, 11:00 WIB
Badan Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat menyebut, setidaknya penutupan bandara akan berlangsung hingga pukul 14.00 pada Senin (23/3/2026) waktu setempat. Tampak dalam foto, sebuah jet Air Canada Express terparkir di landasan pacu Bandara LaGuardia, New York, Amerika Serikat, Senin 23 Maret 2026, setelah bertabrakan dengan kendaraan Otoritas Pelabuhan. (AP Photo/Ryan Murphy)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pramugari Air Canada secara ajaib selamat setelah terlempar lebih dari 100 meter ketika pesawat menabrak truk pemadam kebakaran di Bandara LaGuardia, New York City, Amerika Serikat (AS), Minggu malam, 22 Maret 2026, waktu setempat. Hal ini disebabkan kursi lipatnya yang "kokoh," menurut seorang ahli keselamatan.

Melansir news.com.au, Rabu, 25 Maret 2026, Solange Tremblay duduk di kursi lipatnya, yang dirancang khusus untuk menahan benturan, ketika penerbangan 8646 menabrak truk pemadam kebakaran penyelamat pesawatdalam perjalanan menuju keadaan darurat sekitar pukul 23.40.

Dampak benturan tersebut membuat Tremblay terlempar sejauh 100 meter dari pesawat, kata putrinya, tapi ia "hanya" mengalami patah kaki. Jeff Guzzetti, mantan penyelidik kecelakaan federal, mengatakan bahwa Tremblay lolos tanpa cedera berkat kursi khusus yang memiliki pengaman empat titik.

"Kursi pramugari itu semacam kursi yang bisa dilipat dan dipasang ke dinding, dinding yang sama yang digunakan kokpit,” kata Guzzetti. "Ini kursi yang sangat kokoh."

"Kursi ini dirancang untuk menahan beban benturan yang mungkin lebih besar daripada kursi penumpang karena Anda membutuhkan pramugari untuk membantu penumpang keluar dari pesawat setelah kecelakaan."

Putri Tremblay, Sarah Lepine, mengatakan pada stasiun berita Kanada TVA Nouvelles bahwa apa yang terjadi pada ibunya adalah "mukjizat." "Saya masih berusaha memahami bagaimana semua ini bisa terjadi," ujar Lepine. "Tapi dia pasti memiliki malaikat pelindung yang menjaganya."

Korban Kecelakaan

Insiden ini menyebabkan dua orang tewas, yakni pilot dan ko-pilot. Sementara, sejumlah petugas mengalami luka serius serta gangguan operasional penerbangan. Tampak dalam foto, sebuah pesawat Air Canada Express terparkir di landasan pacu Bandara LaGuardia, New York, Amerika Serikat, Senin 23 Maret 2026, setelah bertabrakan dengan kendaraan Otoritas Pelabuhan. (AP Photo/Ryan Murphy)

Ia menambahkan, "Pada saat benturan, kursinya terlempar lebih dari 100 meter dari pesawat. Mereka menemukannya dan dia masih terikat di kursinya." Pilot, Antoine Forest, dan kopilot, Mackenzie Gunther, meninggal seketika ketika bagian depan pesawat menabrak kendaraan darurat di Landasan Pacu 4.

Video mengerikan merekam pesawat saat menabrak truk, membuatnya hancur total dan bagian depan pesawat luluh lantak. Empat puluh satu dari 76 penumpang dan awak pesawat dirawat di rumah sakit karena cedera, sebagian besar ringan, kata para pejabat.

Mobil pemadam kebakaran telah diizinkan melintasi landasan pacu karena sedang menanggapi keadaan darurat terpisah di pesawat lain yang baru saja membatalkan lepas landasnya. Seorang pengontrol lalu lintas udara terdengar mengakui bahwa ia "telah melakukan kesalahan" tidak lama setelah kecelakaan itu.

Penyelidikan Penyebab Kecelakaan

Diinformasikan ada lebih dari 400 penerbangan dibatalkan pada Senin (23/3/2026) pagi waktu setempat. Tampak dalam foto, para petugas memeriksa area di sekitar mobil pemadam kebakaran bandara di landasan pacu Bandara LaGuardia setelah terjadi tabrakan dengan pesawat Air Canada yang baru saja mendarat, Senin 23 Maret 2026, di New York. (AP Photo/Ryan Murphy)

Penyebab kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS, dengan fokus awal pada koordinasi lalu lintas udara, rangkum kanal Global Liputan6.com dari Al Jazeera.

Penyeberangan landasan memerlukan komunikasi ketat antara pengendali darat dan menara. Mereka harus memastikan landasan kosong sebelum memberi izin kendaraan melintas.

Sekitar 20 menit setelah kejadian, salah satu pengendali mengakui kesalahan. "Kami sebelumnya menangani situasi darurat. Saya melakukan kesalahan," ujarnya. Mantan Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS, Mary Schiavo, menilai, pengelolaan lalu lintas udara dan darat menjadi kunci penyelidikan.

"Saya tidak tahu berapa banyak peringatan yang dibutuhkan FAA, tapi ini sudah terjadi selama bertahun-tahun, dan beberapa kecelakaan paling mengerikan justru terjadi di darat di bandara," katanya.

 

Dugaan Kekurangan Staf

Situasi ini mengganggu operasional di salah satu bandara domestik tersibuk di Amerika Serikat. Tampak dalam foto, sebuah pesawat Air Canada Express terparkir di landasan pacu Bandara LaGuardia, New York, Amerika Serikat, Senin 23 Maret 2026, setelah bertabrakan dengan kendaraan Otoritas Pelabuhan. (AP Photo/Ryan Murphy)

Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) disebut masih kekurangan sekitar 3.000 pengendali lalu lintas udara. Meski demikian, Bandara LaGuardia dinilai tidak mengalami masalah kekurangan staf kronis.

Namun, kecelakaan terjadi saat shift malam, ketika jumlah petugas lebih sedikit. Penyelidik akan menelusuri kemungkinan faktor kelelahan dan pola kerja.

Insiden ini juga terjadi di tengah gangguan operasional bandara AS akibat kekurangan staf keamanan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa agen imigrasi akan membantu operasional keamanan.

Bandara LaGuardia merupakan bandara tersibuk ke-19 di Amerika Serikat pada 2024, dengan lebih dari 16,7 juta penumpang. Terletak di Queens, New York City, bandara ini dikenal padat dengan jadwal penerbangan yang ketat dan koordinasi tinggi antara pesawat dan kendaraan darat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya