Liputan6.com, Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatat pendapatan Rp 1 triliun pada 2025. Pendapatan perseroan tumbuh 14,5% dibandingkan 2024. Kinerja impresif dari perseroan yang bergerak di bisnis lelang (JBA), penjualan retail mobil bekas (Caroline.id) dan pegadaian (MotoGadai) diikuti dengan capaian laba bersih tahun berjalan Rp 45 miliar.
"Pertumbuhan positif ini merupakan hasil dari strategi agresif ASLC memperkuat ekosistem pelaku usaha mobil bekas, kesadaran merek dan keunggulan operasional,” ujar Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa, (24/3/2026).
Advertisement
Caroline.id, sebagai platform online to offline jual beli mobil bekas di Tanah Air mencatatkan penjualan sebesar Rp 730,5 miliar pada 2025. Adapun jumlah mobil bekas yang berhasil dijual mencapai hampir 4.500 unit, meningkat 24,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara JBA Indonesia yang merupakan balai lelang kendaraan bekas terbesar di Tanah Air berhasil menjual lebih dari 124 ribu unit kendaraan. Pada 2025, JBA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 272,5 miliar.
Unit bisnis Perseroan yang masih dalam tahap awal yaitu MotoGadai juga menunjukkan kinerja impresif. Pada tahun 2025, MotoGadai membukukan pendapatan sebesar Rp5,4 miliar, meningkat 72% dari tahun sebelumnya.
MotoHub
Kinerja positif pada 2025 tersebut semakin meyakinkan Perseroan, bahwa langkah-langkah ekspansi yang selama ini dilakukan adalah tepat untuk membawa pada perumbuhan kinerja yang berkesinambungan. Oleh karena itu, untuk semakin memperkuat ekosistem mobil bekas terintegrasi yang sedang dikembangkan, ASLC telah membuka cabang baru MotoHub di Serpong. Motohub merupakan physical touchpoint dalam ekosistem Motogadai yang menghubungkan dealer dan customer dalam satu pengalaman transaksi praktis .
"Ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan Motogadai dengan dealer rekanan dan pelaku usaha mobil bekas lainnya, sehingga memudahkan customer yang ingin mengecek unit dapat langsung datang ke Motohub,” kata Jany.
Saluran Distribusi
Bagi dealer dan pelaku usaha jual beli mobil bekas lainnya, Motohub akan menjadi saluran distribusi tambahan untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, Motohub juga menjadi jembatan penghubung ke ekosistem pembiayaan Motogadai, sehingga mempercepat dan mempermudah transaksi.
Adapun bagi Motogadai, kehadiran Motohub memiliki peran strategis untuk mendekatkan brand dengan dealer dan pelaku bisnis jual beli mobil bekas lainnya. Kehadiran Motohub akan membangun kepercayaan pelanggan melalui pengalaman langsung.
“Adanya Motohub membuat customer dapat langsung melihat unit kendaraan sekaligus mengakses layanan pembiayaan di tempat, sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat,” ujar Jany.
Pada 2026, Perseroan masih melihat prospek bisnis yang cerah sekalipun ada ancaman ketidakmenentuan ekonomi terkait situasi geopolitik terkini di Timur Tengah.
“Karena mobil bekas selalu menjadi alternatif rasional di tengah daya beli yang selektif,” tutur Jany.