Trump Tunda Serangan ke Infrastruktur Energi Iran Selama 5 Hari, Diplomasi Disebut Produktif

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan sementara serangan militer terhadap Iran.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 24 Maret 2026, 08:45 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berada di Roosevelt Room, Gedung Putih, Rabu (10/12/2025). (Dok. AP/Evan Vucci)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penundaan sementara serangan militer terhadap Iran. Kebijakan ini berlaku selama lima hari dan menyasar penghentian serangan terhadap pembangkit listrik serta infrastruktur energi.

Langkah tersebut diambil setelah adanya komunikasi intensif antara Washington dan Teheran dalam beberapa hari terakhir. Trump menyebut, pembicaraan tersebut menunjukkan perkembangan positif.

"Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat dan negara Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah," tutur Trump di platform media sosialnya, Truth Social, dikutip Selasa (24/3/2026), dilansir dari Antara.

Trump menjelaskan bahwa keputusan penundaan ini didasarkan pada perkembangan dialog yang dinilai konstruktif dan akan terus berlanjut.

Dia menambahkan bahwa berdasarkan "nada dan isi percakapan yang mendalam, terperinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang minggu," dia telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.

 

Penundaan Serangan Bersifat Sementara

Sebelumnya, mantan Presiden dan kandidat calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump menjadi sasaran penembakan saat berkampanye di Pennsylvania pada Sabtu (13/7/2024) lalu. (Jim WATSON/AFP)

Ia juga menegaskan bahwa penundaan tersebut bersifat sementara dan sangat bergantung pada hasil pertemuan serta diskusi lanjutan antara kedua pihak.

Penundaan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan menggunakan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan penerbangan.

Sumber: Anadolu

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya