Liputan6.com, Washington, D.C- Pesawat kertas—kreasi sederhana yang sering dianggap permainan anak-anak—kembali mencuri perhatian publik lewat sebuah pencapaian yang tidak biasa. Di tangan yang tepat, lipatan kertas berubah menjadi simbol ketekunan, presisi, dan kreativitas tingkat tinggi.
Seorang pria asal Tyler, Richard DeFreece, mencoba menorehkan sejarah dengan tantangan unik: melipat sebanyak mungkin pesawat kertas yang benar-benar berfungsi dalam waktu satu jam. Tantangan ini bukan sekadar soal kecepatan, tetapi juga konsistensi kualitas, dikutip dari laman UPI.com, Selasa (24/3/2026).
Advertisement
Dalam waktu 60 menit, DeFreece berhasil membuat 250 pesawat kertas—melampaui target awal yang ditetapkan oleh Guinness World Records sebanyak 200 pesawat. Yang membuat pencapaian ini semakin impresif, setiap pesawat yang ia buat tidak hanya dilipat, tetapi juga diuji dengan cara diterbangkan di akhir sesi untuk memastikan semuanya benar-benar bisa terbang dengan baik.
Tantangan ini diselesaikan pada Februari lalu sebagai bagian dari ambisi jangka panjang DeFreece untuk memecahkan rekor dunia. Ia mengaku mulai serius menekuni tantangan tersebut setelah mengetahui adanya kategori rekor ini, dan sejak saat itu ia berlatih untuk mengasah kecepatan sekaligus menjaga kualitas lipatan.
Meski hasilnya sudah melampaui ekspektasi, pencapaiannya belum resmi tercatat. Saat ini, upaya tersebut masih dalam tahap verifikasi oleh pihak Guinness World Records sebelum dapat diakui sebagai rekor dunia baru.
Kisah ini menjadi bukti bahwa hal sederhana pun bisa menjadi luar biasa ketika ditekuni dengan disiplin dan dedikasi. Dari selembar kertas, lahir sebuah prestasi yang berpotensi mengukir sejarah dunia.