Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Ia mengajak momentum kemenangan setelah Ramadan ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi sebagai titik awal kebangkitan umat dalam berbagai aspek kehidupan.
“Selamat Idulfitri 1447 H, taqabbalallahu minna wa minkum. Mari kita jadikan hari kemenangan ini sebagai momentum untuk bangkit, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga sosial, ekonomi, dan peradaban,” ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/3).
Advertisement
Menurut Fahira Idris, Idulfitri sejatinya merupakan titik balik kehidupan setelah umat Islam menjalani “madrasah” Ramadan selama satu bulan penuh. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, empati sosial, dan pengendalian diri yang dilatih selama Ramadan harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan bahwa Idulfitri bukan sekadar kembali kepada fitrah secara personal, tetapi juga momentum untuk menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
“Idulfitri adalah energi moral dan spiritual yang harus kita bawa ke ruang-ruang kehidupan nyata. Jika nilai-nilai Ramadan terus hidup, maka dari sanalah kebangkitan umat bisa dimulai,” ujar Senator Jakarta ini.
Fahira Idris mengungkapkan, di tengah berbagai tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, konflik, hingga tantangan sosial di dalam negeri, umat Islam dituntut untuk tampil sebagai bagian dari solusi. Kebangkitan umat harus diwujudkan melalui penguatan persatuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kontribusi nyata dalam pembangunan.
Perkuat Solidaritas
Menurutnya, ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama pasca-Ramadan. Pertama, menjaga integritas dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam pekerjaan, kepemimpinan, maupun interaksi sosial.
Kedua, memperkuat solidaritas sosial dengan terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, terutama kelompok rentan. Ketiga, menjaga persatuan dan menghindari perpecahan yang dapat melemahkan umat dan bangsa.
Selain itu, Fahira Idris juga mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam ilmu pengetahuan maupun pemanfaatan teknologi, agar mampu beradaptasi dan berkontribusi di tengah dinamika global yang terus berubah.
“Umat Islam harus senantiasa menjadi kekuatan moral sekaligus kekuatan pembangunan. Kita tidak boleh berhenti pada simbol, tetapi harus bergerak pada substansi dan aksi nyata,” jelasnya.
Selain itu, di tengah kebahagiaan Idulfitri, umat Islam Indonesia diharapkan terus memantau dan memberikan empati kepada saudara-saudara di berbagai belahan dunia yang masih menghadapi konflik dan penderitaan. Oleh karena itu, semangat kepedulian dan solidaritas global harus terus dijaga.
“Jika nilai-nilai Ramadan terus kita jaga, maka insya Allah selain menjadi hari kemenangan, Idulfitri juga awal kebangkitan umat menuju kehidupan yang lebih adil, bermartabat, dan penuh keberkahan,” pungkas Fahira Idris.