Emiten PORT Kantongi Pendapatan Rp 1,24 Triliun pada 2025

PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) mencatat pendapatna turun 2,08% dan mencetak laba pada 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Maret 2026, 15:44 WIB
PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) mencatat kinerja keuangan beragam pada 2025. Foto: Freepik/ pch.vector

Liputan6.com, Jakarta - PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) mencatat kinerja keuangan beragam pada 2025. Perseroan membukukan penurunan pendapatan dan mencetak laba sepanjang 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk mencatat pendapatan Rp 1,24 triliun pada 2025. Pendapatan perseroan turun 2,08 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,27 triliun.

Beban langsung terpangkas 4,7% menjadi Rp 874,28 miliar hingga 2025 dari 2024 sebesar Rp 917,64 miliar.

Di sisi lain, laba bruto naik 4,77% menjadi Rp 369,93 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 353,06 miliar.

Penghasilan lainnya naik menjadi Rp 21,50 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 6.03 miliar. Beban operasional bertambah menjadi Rp 98,65 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 85,05 miliar. Beban lainnya turun menjadi Rp 5,12 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 215,6 miliar.

Dengan demikian, laba usaha naik 392,9% menjadi Rp 287,65 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 58,34 miliar. Seiring hal itu, perseroan mencetak laba sebelum pajak Rp 202,35 miliar dari 2024 rugi Rp 20,97 miliar.

Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 128,39 miliar pada 2025. Kondisi ini berbeda dari 2024. Perseroan alami rugi Rp 75,22 miliar.

Dengan melihat kinerja keuangan itu, perseroan mencetak laba per saham Rp 45,62 pada 2025 dari 2024 rugi Rp 26,73 miliar.

Di sisi lain, total ekuitas naik 19,28 persen menjadi Rp 1,22 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,02 triliun. Liabilitas perseroan turun 15,81% dari Rp 1,26 triliun pada 2024 menjadi Rp 1,06 triliun pada 2025. Aset perseroan susut 0,10% menjadi Rp 2,28 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,29 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 419,80 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 319,04 miliar.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, harga saham PORT ditutup stagnan di posisi Rp 860 per saham. Saham PORT dibuka stagnan di posisi Rp 860. Harga saham PORT berada di level tertinggi Rp 865 dan level terendah Rp 860 per saham. Total frekuensi perdagangan 12 kali dengan volume perdagangan 33 saham. Nilai transaksi Rp 2,8 juta.

Penutupan IHSG pada 17 Maret 2026

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Selasa, (17/3/2027), jelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026. Kenaikan IHSG hari ini didorong seluruh sektor saham yang menghijau dan transaksi harian saham di atas Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini melompat 1,2% ke posisi 7.106,83. Indeks saham LQ45 bertambah 1,22% ke posisi 722,41. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG ini masih inline pada laporan Selasa pagi.

"Kami masih memperkirakan adanya rebound dalam jangka pendek setelah IHSG mengalami koreksi cukup dalam kemarin,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia mengatakan, di sisi lain, dari perkembangan global, harga minyak mentah turun setelah Iran membuka Selat Hormuz untuk beberapa negara sehingga suplai minyak diharapkan berangsur pulih.

“Dari dalam negeri, nilai tukar Rupiah menguat terhadap USD dan juga hari ini BI Rate stay di level 4,75%,” ujar Herditya.

 

 

Sektor Saham

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.148,25 dan level terendah 7.059,89. Sebanyak 457 saham menguat sehingga angkat IHSG. 214 saham melemah dan 148 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.555.710 kali dengan volume perdagangan saham 31,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 24,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.987.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham basic melonjak 3,43%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi naik 1,05%, sektor saham industri menguat 0,85%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 1,07%.

Selain itu, sektor saham consumer siklikal menguat 0,28%, sektor saham kesehatan melompat 0,60%, sektor saham keuangan bertambah 0,46%, sektor saham properti mendaki 1,42%, sektor saham teknologi meroket 2,89%. Kemudian sektor saham infrastruktur mendaki 3,38% dan sektor saham transportasi meroket 3,69%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya