Pamer Baju Baru Tanah Abang, Purbaya: Tawar Dikitlah

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memakai baju koko yang dibeli di Tanah Abang saat Salat Idulfitri Sabtu, (21/3/2026).

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 21 Maret 2026, 12:52 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sardewa setelah melaksanakan Shalat Idulfitri di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Sabtu (21/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menarik perhatian dengan baju yang dikenakannya. Terlihat usai dirinya menjalankan ibadah Salat Idulfitri.

Ia mengungkapkan, baju koko yang dikenakannya berwarna hijau turquoise. Baju tersebut dibeli di kawasan Tanah Abang dengan harga terjangkau.

“Ini di (beli) di Tanah Abang waktu itu. Sekitar Rp 125.000 kayaknya,“ kata Purbaya usai melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa baju tersebut merupakan model lengan pendek dan dibeli dengan proses tawar-menawar.

“Tangan pendek,” ucap Purbaya.

“Ditawar, Pak?” Tanya awak media.

“Dikit, lah. Soalnya, ini Rp 125.000,” ucapnya.

Candaan pun berlanjut ketika ia menyinggung kebiasan berhemat.

“Berarti, Menteri masih boleh nawar, ya, Pak?” Tanya awak media lagi.

“Kita ngirit,” katanya sambil berseloroh.

Akui Berat

Sebelumnya, Menkeu Purbaya mengaku merasakan beban berbeda saat menjalani Idulfitri 1447 Hijriah sebagai pejabat negara.  Dia menilai, tanggung jawab yang kini diembannya membuat momen Lebaran tak lagi sepenuhnya santai, bahkan memengaruhi waktu istirahatnya.

“Lebaran jadi menteri, lebih berat daripada biasanya. Kalau malam santai saja masih mikir. Kadang-kadang susah tidur,” ucapnya usai melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Meski demikian, Purbaya tetap menikmati suasana hari raya. Lantaran, ia mendapatkan bonus lebih banyak.

“Tapi lumayan lah, lebih senang, bonus lebih banyak,” canda Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto terlihat melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Salahuddin, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan. Dia turut salat Ied bersama Menkeu Purbaya

 

 

Menko Airlangga Salat Idulfitri Bersama Menkeu Purbaya

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. (Foto: Istimewa).

Tak banyak pernak-pernik dari penampilan Airlangga. Dia terlihat gagah dengan baju muslim berwarna putih. Airlangga juga terlihat mengenakan songkok berwarna hitam pekat. 

Menko Airlangga juga terlihat mengenakan kaca mata dengan frame berwarna hitam. Tak banyak yang disampaikannya selepas ibadah salat Idulfitri Lebaran 2026 di Masjid DJP. Sesaat keluar masjid, Airlangga langsung menyalami awak media.

"Mohon maaf lahir batin," kata Airlangga kepada awak media, Sabtu, 21 Maret 2026.

Setidaknya dia merespons sejumlah pertanyaan sebelum melanjutkan perjalanannya masuk ke gedung DJP Kemenkeu. 

Tak berselang lama dari situ. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa nampak keluar masjid dengan mengenakan baju muslim berwarna abu-abu yang dihiasi bordir khas.

 

Menkeu Purbaya akan Pangkas Anggaran Kementerian, APBN Disisir Ketat

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang perdana debottlenecking di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2025). (Liputan6.com/Tira)

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menetapkan langsung besaran pemotongan anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) sebagai langkah efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Kebijakan ini diambil menyusul tekanan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan fiskal nasional. Pemerintah ingin memastikan penggunaan anggaran negara lebih tepat sasaran dan memberikan dampak optimal bagi pertumbuhan ekonomi.

"Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong, dia naikkan semua malah. Kalau bisa saya tentukan, saya potong berapa persen, nanti mereka yang sesuaikan," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, dikutip dari Antara, Kamis (19/3/2026).

Ia menjelaskan, Kementerian Keuangan akan melakukan penyisiran terhadap berbagai komponen belanja yang dinilai bisa ditunda. Fokus efisiensi diarahkan pada program-program yang tidak memberikan dampak signifikan atau memiliki akselerasi lambat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah ini juga menyasar belanja operasional, termasuk kegiatan internal yang dinilai tidak mendesak untuk dilaksanakan dalam waktu dekat.

"Macam-macam. Rapat nggak jelas, atau kebijakan yang dampaknya lambat atau tidak banyak ke pertumbuhan ekonomi, kita bisa tunda," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya