Direktur BRMS Beli 1,35 Juta Saham, Segini Nilainya

Direktur Bumi Resources Minerals Charles Daniel Gobel beli saham BRMS di kisaran harga Rp 725-Rp 811 per saham.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Maret 2026, 16:30 WIB
Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Charles Daniel Gobel menambah kepemilikan saham BRMS pada pertengahan Maret 2026.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Charles Daniel Gobel menambah kepemilikan saham BRMS pada pertengahan Maret 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (18/3/2026), Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk Charles Daniel Gobel membeli sekitar 1,35 juta saham BRMS. Transaksi pembelian saham itu dilakukan dua kali pada 13 dan 14 Maret 2026.

Harga pembelian saham BRMS itu di kisaran Rp 725-Rp 811 per saham. Berikut transaksi pembelian saham BRMS yakni pertama, ia membeli 650.000 saham BRMS dengan harga Rp 811 per saham pada 13 Maret 2026. Kedua, ia membeli 700.000 saham BRMS dengan harga Rp 725 per saham pada 16 Maret 2026. Total nilai pembelian saham BRMS itu sekitar Rp 1,03 miliar.

"Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan saham langsung,” demikian seperti dikutip.

Setelah transaksi pembelian saham BRMS, Charles Daniel Gobel memiliki 1.350.000 saham BRMS dari sebelumnya 650.000 saham BRMS.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 17 Maret 2026, harga saham BRMS ditutup naik 0,74% ke posisi Rp 680 per saham. Harga saham BRMS dibuka melemah 15 poin ke posisi Rp 660 per saham. Saham BRMS berada di level tertinggi Rp 750 dan level terendah Rp 655 per saham. Total frekuensi perdagangan 56.138 kali dengan volume perdagangan saham 20.786.292 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,5 triliun.

BRMS Kantongi Pendapatan USD 249,35 Juta pada 2025

Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Sebelumnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada 2025. Pertumbuhan pendapatan dan laba itu dinilai didorong harga jual emas dan kenaikan produksi.

PT Bumi Resources Minerals Tbk merap pendapatan USD 249,35 juta pada 2025, naik 54% dari periode sama tahun sebelumnya USD 162,34 juta. Seiring kenaikan pendapatan itu, laba bersih tumbuh 99% menjadi USD 50,08 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 25,12 juta. Laba usaha naik 118% dari USD 42,80 juta pada 2024 menjadi USD 93,18 juta.

Di sisi lain, penjualan emas naik 11% menjadi 2,236 kg pada 2025 dari 2024 sebesar 2,021 kh. Penjualan perak tumbuh 45% dari 4,266 kg pada 2024 menjadi 6,202 kg. Harga jual emas naik 38% menjadi USD 3.371 per ounce dari periode sama tahun sebelumnya USD 2.442 per ounce. Harga jual perak naik 5% menjadi USD 35,31 per ounce dari 2024 sebesar USD 26,26.

"Dua faktor yang menyebabkan peningkatkan kinerja keuangan BRMS. Pertama, produksi emas kami naik sebesar 11% dari tahun sebelumnya. Kedua, harga jual emas kami juga meningkat sebesar 38% dari tahun sebelumnya,” kata Direktur dan Chief Financial Officer BRMS, Charles Gobel, dikutip dari keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

 

 

Antisipasi Penurunan Kadar Emas

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Sementara itu, Direktur Utama PT Citra Palu Minerals, anak usaha BRMS, Damar Kusumanto menuturkan, pihaknya mengantisipasi penurunan kadar emas dalam bijih yang diproses pada kuartal IV 2025 dan kuartal I 2026 karena operasi pushback yang tengah berlangsung.

“Namun demikian, kami tetap berhasil memproduksikan sekitar 72.000 troy ounce emas di tahun 2025, yang mana merefleksikan 11% kenaikan dari produksi di tahun 2024. Setelah operasi pushback tersebut selesai,” kata dia.

Adapun perseroan  untuk dapat kembali menambang bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi di lokasi bukaan baru pada kuartal II 2026.

“Harapannya kami bisa mencapai sekitar 80.000 troy ounce produksi emas di tahun 2026 ini,” kata dia.

Produksi Emas

Ilustrasi Laporan Keuangan, Laba, Rugi. Foto: Freepik/mindandi

Direktur Utama BRMS, Agus Projosasmito menuturkan, salah satu pabrik emas perseroan saat ini menjalani proses peningkatan kapasitas produksi dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari.

“Peningkatan kapasitas pabrik tersebut akan diselesaikan pada kuartal IV 2026, dan diharapkan dapat meningkatkan produksi emas pada 2026,” kata dia.

Ia menambahkan, pihaknya menargetkan untuk dapat mulai aktivitas penambangan bijih dengan kadar emas tinggi (3.5-4,9 g/t) dari lokasi tambang bawah tanah pada semester kedua 2027. “Hal ini juga akan meningkatkan produksi emas BRMS pada 2027 dan 2028,” tutur dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya