Pertama Kali Iran Gunakan Rudal Haj Qasem di Perang Lawan AS dan Israel, Ini Kecanggihannya

Rudal ini disebut sebagai rudal balistik taktis berbahan bakar padat. Rudal Haj Qasem diperkenalkan pada 2020. Diklaim memiliki jangkauan sekitar 1.400 kilometer. Diyakini sanggup mencapai sasaran di wilayah selatan Israel dari dalam wilayah Iran.

oleh Tim GlobalDiterbitkan 18 Maret 2026, 11:30 WIB
Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone balistik ke wilayah Israel pada Sabtu 28 Februari 2026 malam, hingga Minggu 1 Maret 2026 dini hari waktu setempat. Tampak dalam foto, jejak-jejak pencegahan rudal pertahanan udara terlihat di Tel Aviv, Israel, Sabtu 28 Februari 2026. (AP Photo/Ohad Zwigenberg)

Liputan6.com, Jakarta - Iran mulai menggunakan rudal canggih Haj Qasem untuk pertama kalinya di perang melawan Amerika Serikat-Israel. Seperti dilaporkan antor berita Fars melaporkan pada Selasa (17/3), mengutip Garda Revolusi Iran (IRGC).

IRGC menyatakan rudal tersebut digunakan dalam rangkaian operasi militer terbaru, termasuk fase ke-59 operasi "True Promise 4" yang menargetkan pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, serta Kurdistan Irak.

Garda Revolusi juga melaporkan serangan terhadap sejumlah kota di Israel, termasuk Tel Aviv, Yerusalem Barat, dan Beit Shemesh.

Dilansir Antara, Haj Qasem termasuk dalam rudal yang diluncurkan dalam serangan tersebut, yang menandai penggunaan perdananya dalam selama konflik saat ini.

Rudal tersebut, yang digunakan dalam konflik dengan Israel pada Juni 2025. Rudal ini disebut sebagai rudal balistik taktis berbahan bakar padat. Rudal Haj Qasem diperkenalkan pada 2020. Diklaim memiliki jangkauan sekitar 1.400 kilometer. Diyakini sanggup mencapai sasaran di wilayah selatan Israel dari dalam wilayah Iran.

Nama rudal ini untuk menghormati Jenderal Qasem Soleimani. Dia adalah mantan komandan Pasukan Quds yang tewas dalam serangan drone Amerika Serikat pada 2020.

Kecanggihan Rudal Haj Qasem

Rudal ini diklaim sebagai senjata dengan tingkat kemampuan tinggi yang dirancang untuk menghindari sistem pertahanan udara paling canggih. Seperti sistem pertahanan udara THAAD buatan AS dan Patriot yang digunakan Israel.

Rudal ini dilengkapi dengan kendaraan luncur hulu ledak bermanuver (MaRV) dan sistem pemandu canggih. Termasuk pencari optik dan inframerah, serta sistem navigasi inersia.

Rudal ini disebut-sebut tak perlu bergantung pada GPS, serangan tetap akurat meski dalam kondisi gangguan elektronik.

Perang Iran vs AS dan Israel

Untuk diketahui, Iran terus melancarkan serangan terhadap Israel dan target-target militer AS di Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer gabungan pada 28 Februari.

Operasi militer tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan lebih dari 150 murid sekolah perempuan di Iran selatan.

Iran melaporkan lebih dari 1.200 orang tewas dan lebih dari 17.000 lainnya terluka.

AS dan Israel awalnya mengeklaim "serangan pendahuluan" itu diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengubah rezim yang berkuasa di Iran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya