7 Cara Menyimpan Telur agar Awet Hingga 1 Bulan Tanpa Mudah Retak atau Busuk

Ingin tahu 7 cara menyimpan telur agar awet hingga 1 bulan tanpa mudah retak atau busuk? Temukan panduan lengkapnya di sini.

oleh Tantiya Nimas NurainiDiterbitkan 22 Maret 2026, 15:42 WIB
Cara Simpan Telur yang Benar. AI

Liputan6.com, Jakarta - Telur adalah bahan makanan pokok yang serbaguna dan sering menjadi pilihan utama di dapur. Namun, menjaga kesegaran telur agar awet dan tidak mudah rusak seringkali menjadi tantangan bagi banyak orang. Memahami cara penyimpanan yang tepat sangat krusial untuk memastikan telur tetap berkualitas baik dan aman dikonsumsi.

Metode-metode ini mencakup penyimpanan di kulkas hingga teknik tradisional yang efektif tanpa memerlukan pendingin. Tujuannya adalah untuk membantu Anda memaksimalkan masa simpan telur di rumah, mengurangi pemborosan, dan selalu memiliki persediaan telur segar.

Dari pengaturan suhu ideal di dalam kulkas hingga teknik pembekuan, pelapisan minyak, bahkan penggunaan beras dan kapur sirih, setiap metode memiliki keunggulan dan panduan aplikasinya sendiri. Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat memastikan telur tetap dalam kondisi prima untuk berbagai kebutuhan memasak Anda.

Lantas bagaimana saja cara menyimpan telur agar awet hingga 1 bulan tanpa mudah retak atau busuk? Melansir dari berbagai sumber,  simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Penyimpanan di Kulkas dengan Benar

Kebiasaan menyimpan telur di kulkas ternyata tidak membantu mencegah kontaminasi bakteri dan keawetannya.

Penyimpanan telur di dalam kulkas merupakan metode paling umum dan efektif untuk menjaga kesegaran telur lebih lama. Suhu dingin dapat menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Salmonella yang berpotensi mengkontaminasi telur, menjadikannya pilihan utama bagi banyak rumah tangga.

Untuk hasil optimal, telur sebaiknya disimpan pada suhu 4°C atau bahkan lebih rendah, dengan suhu yang stabil sangat penting untuk menjaga kualitasnya. Hindari menyimpan telur di rak pintu kulkas karena fluktuasi suhu akibat seringnya pintu dibuka tutup dapat mempercepat kerusakan telur; letakkan di rak bagian dalam kulkas yang memiliki suhu lebih stabil. Selalu gunakan karton aslinya yang dirancang untuk melindungi telur dari benturan, mencegah hilangnya kelembapan, dan melindungi dari bau makanan lain, serta membantu menjaga tanggal kedaluwarsa tetap terlihat.

Posisikan telur dengan ujung runcing menghadap ke bawah untuk menjaga kantung udara tetap di atas, memperlambat pembusukan, dan menjaga kuning telur tetap di tengah. Penting untuk tidak mencuci telur sebelum disimpan karena dapat menghilangkan lapisan pelindung alami (kutikula atau bloom) yang mencegah bakteri masuk melalui pori-pori cangkang dan menjaga kelembapan di dalamnya. Dengan penyimpanan yang benar di kulkas, telur dapat bertahan sekitar 3 hingga 5 minggu.

2. Pembekuan Telur untuk Jangka Panjang

Cara penyimpanan telur. (c)

Membekukan telur adalah cara yang sangat efektif untuk memperpanjang masa simpannya hingga satu tahun, namun telur tidak boleh dibekukan dalam cangkangnya karena akan pecah. Metode ini memungkinkan Anda untuk menyimpan telur dalam jumlah besar dan menggunakannya sesuai kebutuhan di kemudian hari.

Untuk membekukan telur utuh, pecahkan telur dari cangkangnya, kocok perlahan hingga kuning dan putih telur tercampur rata, lalu tuangkan ke dalam wadah kedap udara atau nampan es batu. Jangan lupa beri label tanggal pembekuan dan jumlah telur untuk memudahkan penggunaan. Putih telur dapat dipisahkan dan dibekukan secara terpisah dalam wadah kedap udara, bertahan hingga satu tahun.

Kuning telur memerlukan perlakuan khusus karena teksturnya bisa berubah menjadi gel saat dibekukan. Untuk mencegahnya, pisahkan kuning telur, kocok, lalu tambahkan sedikit garam atau gula (sekitar 1/8 sendok teh per butir) tergantung tujuan penggunaan. Setelah dicairkan semalaman di kulkas, telur beku harus dimasak hingga matang sempurna untuk menghindari pertumbuhan bakteri.

3. Pelapisan dengan Minyak untuk Perlindungan Ekstra

Intip rahasia menebalkan rambut bayi yang efektif. (Sumber: Freepik/jcomp).

Melapisi kulit telur dengan minyak adalah metode tradisional yang efektif untuk memperpanjang masa simpan telur tanpa kulkas. Minyak akan menutup pori-pori pada cangkang telur, mencegah masuknya udara dan bakteri, serta mengurangi penguapan air dari dalam telur.

Anda bisa menggunakan minyak sayur, minyak kelapa, minyak parafin, atau vaselin. Minyak mineral seperti parafin lebih disarankan karena tidak mudah teroksidasi selama penyimpanan, dan dapat memperpanjang daya simpan hingga enam bulan jika dicelupkan setelah dipanaskan dan didinginkan. Oleskan tipis-tipis minyak sayur atau kelapa pada seluruh permukaan telur, atau gosokkan vaselin hingga merata.

Dengan metode ini, telur dapat bertahan hingga 1,5 bulan jika menggunakan vaselin, atau bahkan 6 bulan dengan parafin. Beberapa sumber juga menyebutkan telur yang dilapisi minyak dapat bertahan hingga 2 bulan, menunjukkan efektivitas metode ini dalam berbagai kondisi penyimpanan.

4. Penyimpanan dalam Beras

ilustrasi beras dam padi/copyright freepik.com/jcomp

Menyimpan telur di dalam beras adalah metode yang cukup unik dan efektif untuk memperpanjang masa simpannya tanpa kulkas. Metode ini memanfaatkan sifat alami beras untuk menciptakan lingkungan penyimpanan yang ideal.

Beras memiliki kemampuan untuk menyerap kelembapan dan menjaga suhu yang stabil, menciptakan lingkungan yang cocok untuk penyimpanan telur. Selain itu, partikel halus pada beras juga dapat membantu mencegah bakteri dari luar masuk melalui cangkang telur, menjaga integritas telur lebih lama.

Untuk mengaplikasikannya, letakkan telur mentah di dalam wadah yang berisi beras, pastikan telur tertutup sepenuhnya oleh beras. Simpan wadah di tempat yang sejuk dan kering. Dengan cara ini, telur dapat bertahan hingga 6 bulan, bahkan beberapa sumber menyebutkan 8 bulan, menjadikannya alternatif yang baik jika tidak ada kulkas.

5. Perendaman dengan Larutan Kapur Sirih

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/ildi

Penggunaan larutan kapur sirih adalah metode tradisional lain untuk mengawetkan telur, bahkan tanpa perlu pendingin. Kapur sirih membantu melapisi cangkang telur dan menghambat interaksi telur dengan lingkungan luar, sehingga mencegah kontaminasi mikroorganisme.

Cuci bersih telur terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran, kemudian rendam telur dalam larutan air kapur sirih selama kurang lebih lima jam. Setelah direndam, angkat dan tiriskan telur hingga kering, bisa juga menggunakan lap bersih.

Dengan cara ini, telur dapat bertahan hingga satu bulan meskipun tidak disimpan dalam lemari pendingin. Penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan natrium silikat yang diperkaya kapur sirih dapat memperpanjang daya simpan hingga 50 hari, sementara larutan kapur secara umum dapat memperpanjang masa simpan telur segar hingga 40 hari di suhu ruang.

6. Pencelupan Singkat dalam Air Mendidih

Air Mendidih by Meta AI

Metode ini melibatkan pencelupan telur ke dalam air mendidih dalam waktu yang sangat singkat untuk membantu menutup pori-pori cangkang tanpa memasak telur sepenuhnya. Ini adalah teknik yang memanfaatkan panas untuk menciptakan lapisan pelindung.

Mencelupkan telur ke dalam air mendidih selama sekitar 10 detik akan menyebabkan lapisan putih telur di dekat cangkang sedikit mengeras, sehingga menutup pori-pori kulit telur. Proses ini mencegah masuknya mikroba dan keluarnya gas CO2 serta air dari dalam telur, menjaga kesegarannya.

Penting untuk tidak merebus telur terlalu lama agar tidak matang. Setelah dicelupkan, angkat dan biarkan telur mendingin, lalu simpan di tempat yang sejuk. Metode ini dapat membantu mengawetkan telur dan memungkinkannya disimpan tanpa kulkas untuk jangka waktu tertentu.

7. Penyimpanan di Suhu Ruang yang Sejuk dan Kering

Cara Simpan Telur yang Benar. AI

Jika kulkas tidak tersedia, telur masih bisa disimpan di suhu ruang, asalkan kondisi lingkungannya tepat. Memilih lokasi yang strategis sangat penting untuk keberhasilan metode ini.

Simpan telur di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik, serta hindari tempat yang lembap karena dapat mempercepat pembusukan. Suhu ideal untuk penyimpanan telur di suhu ruang adalah sekitar 10-15°C, dan paparan sinar matahari langsung atau suhu panas harus dihindari. Telur yang baru dipanen dapat bertahan di suhu ruangan selama sekitar 1-2 minggu.

Tetap gunakan karton asli telur atau wadah tertutup untuk melindungi telur dari debu, serangga, dan bau menyengat dari makanan lain, karena telur mudah menyerap bau. Sama seperti penyimpanan di kulkas, jangan mencuci telur sebelum disimpan di suhu ruang untuk menjaga lapisan pelindung alaminya. Jika kondisi suhu lebih dingin (10-15°C), telur bisa bertahan hingga 1 bulan.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Menyimpan Telur agar Awet Hingga 1 Bulan Tanpa Mudah Retak atau Busuk

1. Berapa suhu ideal untuk menyimpan telur di kulkas agar awet?

Jawaban: Suhu ideal untuk menyimpan telur di kulkas adalah 4°C atau kurang, dan hindari rak pintu kulkas karena fluktuasi suhu.

2. Apakah telur boleh dicuci sebelum disimpan?

Jawaban: Telur sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan karena dapat menghilangkan lapisan pelindung alami (kutikula atau bloom) yang mencegah bakteri masuk.

3. Bisakah telur dibekukan, dan bagaimana caranya?

Jawaban: Telur bisa dibekukan hingga satu tahun, namun harus dikeluarkan dari cangkangnya. Kocok telur utuh, atau pisahkan putih dan kuning, lalu simpan dalam wadah kedap udara di freezer.

4. Bagaimana cara menyimpan telur tanpa kulkas agar tahan lama?

Jawaban: Beberapa cara menyimpan telur tanpa kulkas agar tahan lama antara lain melapisi dengan minyak, menyimpan dalam beras, merendam dengan larutan kapur sirih, atau mencelupkan singkat dalam air mendidih.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya