CEO Warner Bros Bakal Terima Pembayaran Rp 15,05 Triliun, Ini Syaratnya

CEO Warner Bros David Zaslav akan menerima kompensasi dalam berbagai bentuk yakni saham hingga tunjangan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Maret 2026, 06:00 WIB
Atas keberhasilan menyelesaikan salah satu kesepakatan merger dan akuisisi (M&A) terpanas dalam beberapa tahun terakhir, CEO Warner Bros. Discovery (WBD) David Zaslav akan dibayar hingga sekitar USD 886,8 juta atau Rp 15,05 triliun. (Foto: Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Atas keberhasilan menyelesaikan salah satu kesepakatan merger dan akuisisi (M&A) terpanas dalam beberapa tahun terakhir, CEO Warner Bros. Discovery (WBD) David Zaslav akan dibayar hingga sekitar USD 886,8 juta atau Rp 15,05 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.980). Hal ini jika Paramount Skydance menyelesaikan akuisisi studio film dan platform streaming ternama itu.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Rabu (18/3/2026), jika kesepakatan tersebut selesai, Zaslav akan menerima USD 517,2 juta dalam bentuk ekuitas yang akan berlaku jika dan ketika penjualan tersebut terlaksana, bersama dengan sekitar USD 34,2 juta dalam bentuk tunai dan USD 44,2 juta dalam bentuk tunjangan yang terkait dengan nilai penggantian biaya asuransi kesehatan. CEO Warner Bros. juga akan mendapatkan sekitar USD 335,4 juta atau Rp 5,69 triliun dalam bentuk pengembalian pajak.

Tepat sebelum akhir Februari, Warner Bros. menyetujui akuisisi penuh oleh Paramount Skydance dengan harga USD 31 per saham dalam kesepakatan yang bernilai sekitar USD 110 miliar atau Rp 1.867 triliun.

Pengumuman tersebut mengakhiri pertarungan sengit selama bertahun-tahun antara Paramount dan raksasa streaming Netflix (NFLX) untuk mengendalikan Warner Bros., di mana kedua pihak menawarkan persyaratan yang semakin menguntungkan.

Saham Paramount telah kehilangan semua keuntungannya sejak pengumuman kesepakatan tersebut, turun lebih dari 10% dalam sebulan terakhir. Di sisi lain perang penawaran, Netflix  yang sahamnya melonjak setelah mengumumkan niatnya untuk mundur dari proses tersebut  naik sekitar 25% selama sebulan terakhir.

Berdasarkan persyaratan kesepakatan, Paramount akan sepenuhnya mengakuisisi studio, streaming, dan divisi TV linear Warner Bros. Sebaliknya, Netflix telah mengusulkan akuisisi studio dan bisnis streaming Paramount dalam kesepakatan senilai sekitar UD 82,7 miliar dengan harga USD 27,75 per saham, dengan rencana untuk memisahkan aset TV linear ke dalam perusahaan publik yang terpisah.

 

 

Tokoh Kunci

Fakta dibalik logo studio film Warner Bros. Source: Youtube @Homestaranimation27

Untuk menyelesaikan akuisisi Paramount, pendiri dan kepala teknologi Oracle (ORCL), Larry Ellison da putranya, David, menjalankan Paramount — setuju untuk secara pribadi menjamin pendanaan ekuitas sebesar USD 40 miliar atau Rp 679.20 triliun sebagai jaminan kepada para pemangku kepentingan Warner Bros. yang menyatakan kekhawatiran bahwa Paramount tidak memiliki cukup modal untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut.

Zaslav, yang sebelum menjalankan WBD adalah CEO Discovery sebelum merger dengan WarnerMedia, muncul sebagai tokoh kunci dalam proses tersebut.

Eksekutif Warner Bros. Discovery lainnya akan menerima pesangon besar jika kesepakatan dengan Paramount selesai. CFO WBD, Gunnar Wiedenfels akan menerima total kompensasi hingga sekitar USD 120 juta.

Chief Revenue Officer, Bruce Campbell dan CEO streaming dan game Jean-Briac Perrette akan menerima hingga USD 121,5 juta dan USD 142 juta, masing-masing. Presiden internasional Gerhard Zeiler akan menerima hingga USD 82,6 juta.

Menurut dokumen pengajuan tersebut, Paramount menyatakan pihaknya memperkirakan kesepakatan akan rampung pada kuartal ketiga tahun ini.

Netflix Mundur, Paramount Kian Dekat Kuasai Warner Bros

(unsplash.com/@thibaultpenin)

Sebelumnya, Netflix resmi mundur dari rencana akuisisi Warner Bros Discovery. Keputusan ini membuka peluang lebih besar bagi Paramount Skydance untuk memenangkan persaingan panjang dalam memperebutkan salah satu studio film tertua dan paling berpengaruh di Hollywood.

Warner Bros menyebut proposal terbaru dari Paramount Global lebih menarik dibandingkan penawaran Netflix. Sementara itu, Netflix memilih tidak merevisi atau menaikkan nilai tawarannya.

Dilansir BBC, Jumat (27/2/2026), eksekutif Netflix menegaskan bahwa mereka tidak akan menyamai tawaran Paramount Skydance karena menilai harga transaksi tersebut sudah tidak lagi menguntungkan secara bisnis.

“Transaksi yang kami negosiasikan akan menciptakan nilai bagi pemegang saham dengan jalur yang jelas menuju persetujuan regulasi. Namun, kami selalu disiplin,” kata CEO bersama Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters.

“Transaksi ini selalu merupakan ‘hal yang bagus untuk dimiliki’ dengan harga yang tepat, bukan ‘hal yang wajib dimiliki’ dengan harga berapa pun,” tambah keduanya.

Paramount sebelumnya menaikkan tawarannya dan setuju meningkatkan proposal pembelian sebesar USD 1 per saham. Jika kesepakatan ini disetujui regulator, Paramount akan menguasai studio legendaris tersebut beserta berbagai asetnya, termasuk jaringan media dan katalog film besar.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya