Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan-perusahaan Vietnam bersaing meluncurkan bursa kripto berlisensi di negara itu. Hal ini seiring pemerintah berupaya membatasi perdagangan di platform luar negeri di salah satu pasar kripto teraktif di dunia.
Mengutip Yahoo Finance, Selasa (17/3/2026), Vietnam berencana meluncurkan skema percontohan untuk bursa aset digital yang dikelola secara lokal paling cepat bulan ini, berdasarkan resolusi pemerintah yang dikeluarkan pada Februari 2026. Hal ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperketat pengawasan perdagangan kripto dan aliran modal.
Advertisement
Lima perusahaan lolos tahap kualifikasi awal, menurut dokumen Kementerian Keuangan pada 12 Maret dan ditinjau oleh Reuters pekan ini.
Di antaranya adalah afiliasi dari tiga bank swasta Vietnam antara lain Techombank, VPBank dan LPBank serta pialang saham VIX Securities dan Sun Group, salah satu konglomerat swasta terbesar di Vietnam seperti yang ditunjukkan oleh dokumen itu.
Sun Group dan VPBank mengkonfirmasi permohonan lisensinya. Sementara itu, tiga perusahaan lainnya tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email.
Seorang juru bicara kementerian menuturkan, pihak berwenang sedang menangani masalah ini tetapi tidak akan berkomentar mengenai pelamar tertentu.
Pasar Teraktif Keempat di Dunia
Vietnam telah muncul sebagai salah satu pasar kripto paling aktif di dunia. Vietnam menempati peringkat keempat secara global dalam Indeks Adopsi Kripto Global tahun lalu yang disusun oleh perusahaan data blockchain Chainalysis yang memperkirkaan transaksi yang melibatkan pelaku pasar Vietnam melebihi USD 200 miliar atau Rp 3.392 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.960) dalam 12 bulan hingga Juni.
Pihak berwenang semakin khawatir mengenai pemakaian kripto dan stablecoin di tengah meningkatnya popularitas di kawasan ini yang meningkatkan risiko arus keluar modal yang tidak terkendali.
Kementerian Keuangan sedang menyusun peraturan baru yang akan melarang warga negara Vietnam untuk berdagang di platform kripto luar negeri.
Membatasi Transfer Modal Lintas Batas
Vietnam sangat membatasi transfer modal lintas batas. Dengan pasar obligasi korporasi yang kecil dan belum berkembang serta bursa saham yang masih diklasifikasikan sebagai pasar perbatasan, banyak nasabah domestik mengalihkan uang ke emas dan properti.
Di sisi lain, harga emas di Vietnam diperdagangkan dengan premi sektiar 10% dibandingkan patokan global. Sementara itu, pasar perumahan rentan terhadap spekulasi yang menyoroti terbatasnya pilihan investasi yang tersedia bagi rumah tangga.
Meskipun tidak ada larangan eksplisit untuk memiliki kripto, aset digital tidak diakui sebagai uang dan alat pembayaran yang sah di Vietnam. Akibatnya, sebagian besar pelaku pasar di Vietnam saat ini memakai bursa terpusat luar negeri antara lain Binance, OKX dan Bybit.
Kerangka Hukum Masih Belum Lengkap
Chairman of the Vietnam Blockchain and Digital Assets Association Phan Duc Trung menuturkan, bursa domestik yang sukses dapat membantu menjaga biaya transaksi tetap berada di dalam negeri dan mendukung pengembangan industri jasa keuangan digital Vietnam.
“Hal ini tidak hanya akan berkontribusi pada pendapatan anggaran negara tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi digital domestik,” kata Trung.
Ia mengingatkan kerangka hukum masih belum lengkap terutama di bidang-bidang antara lain pengawasan, perpajakan dan manajemen risiko.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.