Distribusi Makan Bergizi Gratis untuk Ibu Hamil dan Balita Diperkuat Lewat Posyandu

Pemerintah memperkuat distribusi program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui jaringan posyandu agar bantuan gizi lebih tepat sasaran.

oleh Tim NewsDiterbitkan 16 Maret 2026, 03:10 WIB
Hampir Setahun Konsumsi MBG Ibu Hamil-Posyandu. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memperkuat distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, melalui jaringan posyandu di berbagai daerah.

Skema ini diharapkan membuat penyaluran bantuan gizi lebih tepat sasaran sekaligus menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.

Di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, para kader Posyandu Kemala XVI-11 rutin membagikan makanan setiap hari kepada penerima manfaat kelompok 3B. Program ini membantu memastikan kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan, dapat terpenuhi dengan baik.

Koordinator Posyandu Balita Kemala XVI-11 Palmerah, Muslika, mengatakan para kader merasakan langsung manfaat dari program tersebut. Menurutnya, kegiatan pembagian makanan bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kepedulian sosial untuk memastikan kelompok rentan mendapatkan asupan gizi yang layak.

“Kami dari kader Posyandu Kemala XVI-11 Palmerah merasakan manfaat dari program MBG. Kami juga menyalurkan makanan setiap hari untuk balita, lansia, dan ibu menyusui,” ujar Muslika.

Dalam pelaksanaannya, distribusi dilakukan secara terstruktur, mulai dari posko di tingkat RW hingga ke RT. Menu makanan diambil dari posko RW, kemudian dibagikan kepada kader balita dan Dasawisma untuk selanjutnya disalurkan kepada penerima manfaat di masing-masing RT.

“Sehari-hari kami mengambil menu dari posko di RW. Setelah itu, makanan dibagi ke masing-masing RT melalui kader balita posyandu dan Dasawisma. Pengurus RT kemudian mendistribusikannya kepada balita penerima manfaat,” jelas Muslika.

 

Distribusi Sesuai Sasaran

Sejumlah ibu hamil dan ibu di Sukoharjo yang menggendong balita terlihat mengantre dengan tertib menunggu pembagian makanan dari program MBG.

Bagi orang tua yang bekerja, pengurus juga menyiapkan mekanisme penitipan wadah agar makanan tetap bisa diterima. Sistem ini dibuat agar tidak ada penerima yang terlewat.

“Biasanya ada orang tua yang bekerja, sehingga mereka menitipkan wadah. Nanti kami sebagai pengurus memindahkan makanan ke wadah tersebut, lalu ibunya bisa mengambil ketika sempat,” ungkapnya.

Muslika menambahkan, data penerima manfaat telah tercatat di setiap RT sehingga distribusi dapat berjalan sesuai sasaran.

“Data penerima sudah ada di masing-masing RT,” tambahnya.

Sementara itu di Pontianak, Kalimantan Barat, Pemerintah Kota Pontianak juga mendukung berbagai program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat melalui kader posyandu dan PKK. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan pihaknya memberikan dukungan terhadap program pembangunan keluarga dan kesehatan ibu-anak, termasuk program MBG bagi kelompok 3B.

“Pemerintah Kota Pontianak sudah sejak lama men-support kegiatan-kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, melalui PKK, melalui posyandu, dan OPD atau dinas terkait,” katanya.

Ia menilai secara geografis Kota Pontianak tidak memiliki kendala berarti dalam distribusi program tersebut. Meski demikian, Edi mengakui sosialisasi kepada masyarakat masih diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

“Ya, ini kan memang perlu sosialisasi. Ada beberapa yang memang perlu kita jelaskan kepada masyarakat,” pungkasnya.

 

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya