BRI Imbau Nasabah Waspada Penipuan Modus File .APK Jelang Libur Lebaran

BRI mengimbau nasabah waspada penipuan file .APK jelang Lebaran. File dari sumber tak dikenal berpotensi mencuri data dan mengambil alih perangkat.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 16 Maret 2026, 13:57 WIB
Foto dok. BRI

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang periode libur Lebaran, intensitas komunikasi dan transaksi digital masyarakat biasanya meningkat. Kondisi ini juga kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan berbagai modus kejahatan digital.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pun mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menjaga keamanan rekening, terutama terhadap file yang berasal dari sumber tidak dikenal.

Dalam praktiknya, modus ini sering diawali dengan pesan WhatsApp dari pihak yang mengaku berasal dari instansi tertentu. Pesan tersebut biasanya disertai narasi yang meyakinkan dan lampiran file berformat .APK.

Foto dok. BRI

Lampiran tersebut dapat berupa undangan digital, surat yang mengatasnamakan layanan perpajakan, resi pengiriman paket, maupun dokumen lain yang dikemas seolah sebagai informasi penting.

Ketika korban mengunduh dan memasang file tersebut, aplikasi tersebut dapat menjadi pintu masuk program berbahaya atau malware yang dirancang untuk mencuri data, merusak sistem, hingga mengambil alih perangkat tanpa sepengetahuan pengguna.

Aplikasi .APK dari sumber tidak tepercaya juga dapat meminta izin akses tertentu pada perangkat dan dimanfaatkan untuk memantau aktivitas pengguna. Kondisi ini berpotensi membuka ruang penyalahgunaan akses layanan keuangan yang tersimpan pada perangkat.

Langkah Pencegahan untuk Melindungi Data Nasabah

Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi menjelaskan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang dan menuntut penguatan kewaspadaan bersama.

“Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten,” ujarnya.

BRI mengimbau nasabah untuk tidak mengklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya, serta tidak meneruskan pesan, file, maupun tautan yang mencurigakan kepada pihak lain. Jika menerima pesan yang tampak janggal, misalnya menggunakan nada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau “verifikasi” data, atau menyertakan lampiran file dari nomor yang tidak dikenal meskipun mengatasnamakan bank atau layanan penting lainnya, nasabah diminta memastikan

kebenaran pengirim dan melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) juga dianjurkan untuk menambah perlindungan pada akses layanan digital.

Apabila nasabah terlanjur mengunduh atau menginstal file .APK yang mencurigakan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, kemudian menghapus aplikasi yang terpasang. Selanjutnya, nasabah dapat segera mengubah username, PIN, dan password akun BRImo maupun akun email yang terhubung, serta melakukan reset setelan pabrik melalui pengaturan perangkat untuk memastikan perangkat bersih dari potensi kendali pihak tidak dikenal. Nasabah juga perlu melakukan pemblokiran nomor pengirim apabila pesan terindikasi penipuan, dan jika ditemukan aktivitas mencurigakan dapat segera menghubungi Contact BRI 1500017.

“BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal. Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman,” pungkas Saladin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya