Liputan6.com, Jakarta - Warga Kampung Bantarbadak, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, digegerkan dengan penemuan mayat pria misterius di bangunan budidaya lele milik BUMDes, Jumat malam (13/3). Saat ditemukan, posisi korban dikabarkan tersungkur di dalam bak mandi dengan kepala di bawah.
Penemuan bermula saat Ketua RW setempat, Solah, menerima laporan adanya suara gaduh seperti orang mengamuk dari dalam bangunan sekitar pukul 20.00 WIB.
Advertisement
Saat dicek, pintu bangunan sudah dalam kondisi rusak dan jebol. "Ada suara kayak orang ngamuk, mukul-mukul seng dan pintu sampai jebol," ungkap Solah.
Khawatir pelaku masih ada di lokasi, pengelola BUMDes, Ipan Murizan, sempat merasa waswas saat melakukan penyisiran.
Ia khawatir akan serangan mendadak dari orang yang diduga mengamuk tersebut. "Saya masuk berdua, takutnya ada orang menikam dari belakang," kata Ipan.
Namun, alih-alih menemukan orang yang mengamuk, mereka justru menemukan jasad di kamar mandi. "Kaget kami, langsung keluar lagi karena takut," tambahnya.
Ia menjelaskan, bangunan tersebut merupakan aset desa yang baru digunakan untuk ternak lele selama enam bulan terakhir. Namun, karena cuaca buruk, pengelola tidak datang setiap hari.
"Ke sini 5 hari sekali atau 3 hari sekali karena cuaca lagi nggak bagus," jelas Ipan.
Kepala Desa Pamuruyan, Ujang Dayat, menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan warga sekitar yang kehilangan anggota keluarga.
Identitas Masih Misterius
Kapolsek Cibadak, Kompol I Djubaedi, menyatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 21.00 WIB lebih.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi belum menemukan kartu identitas di pakaian korban, melainkan hanya uang tunai sebesar Rp 200.000.
"Kondisinya sudah tersungkur di dalam bak. Sementara yang saya lihat belum ada luka," ujar Djubaedi.
Guna memastikan penyebab kematian, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk menjalani visum.
Polisi juga menghimbau masyarakat yang merasa kehilangan keluarga untuk segera mengecek kondisi korban. "Mudah-mudahan secepatnya ditemukan keluarganya," sambung dia.