Liputan6.com, Jakarta - Tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Setiap tahun, jutaan orang melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Tingginya mobilitas tersebut membuat persiapan perjalanan menjadi hal penting agar mudik berlangsung aman dan nyaman.
Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia, Maria Susana, menjelaskan bahwa perjalanan mudik memiliki berbagai potensi risiko yang perlu diantisipasi sejak awal.
Advertisement
Menurutnya, risiko bisa muncul di berbagai titik perjalanan, mulai dari perjalanan darat hingga aktivitas di bandara, stasiun, atau terminal.
"Selain itu, ada pula hal-hal yang sering luput dari perhatian pemudik, seperti kondisi rumah yang ditinggalkan, kesehatan selama perjalanan, hingga kesiapan menghadapi situasi darurat," jelas dia dikutip Senin (16/3/2026).
Tanpa persiapan yang matang, berbagai hal tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran selama perjalanan ke kampung halaman.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah membuat daftar persiapan sebelum berangkat. Daftar tersebut dapat mencakup perlengkapan pribadi seperti pakaian, perlengkapan mandi, obat-obatan, hingga dokumen penting.
Selain itu, pemudik juga perlu memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan, misalnya dengan mematikan listrik yang tidak diperlukan atau memastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik.
Dengan persiapan yang terencana, perjalanan mudik dapat terasa lebih tenang sehingga pemudik bisa fokus menikmati momen kebersamaan bersama keluarga.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mudik
Maria Susana menilai salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi saat mudik adalah berangkat dalam kondisi terburu-buru. Situasi tersebut membuat persiapan perjalanan menjadi kurang matang dan meningkatkan kemungkinan ada hal penting yang tertinggal.
Kondisi ini tidak hanya terjadi pada perjalanan jarak jauh, tetapi juga pada perjalanan yang relatif dekat. Banyak orang cenderung meremehkan risiko perjalanan jika jaraknya tidak terlalu jauh, seperti perjalanan ke Bogor atau Bandung.
Padahal, risiko dapat terjadi kapan saja, baik dalam perjalanan dekat maupun jauh. Misalnya kecelakaan di jalan, keterlambatan transportasi, hingga kondisi kesehatan yang tiba-tiba menurun selama perjalanan.
Akibatnya, perlindungan perjalanan seperti asuransi sering kali dianggap tidak terlalu penting, terutama untuk perjalanan singkat.
Padahal, dengan persiapan yang lebih baik—termasuk mempertimbangkan perlindungan perjalanan—pemudik dapat menjalani perjalanan dengan lebih tenang dan merasa lebih aman selama di perjalanan maupun saat tiba di kampung halaman.
Perlindungan Mudik Mulai Rp 15 Ribu
Untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, Sompo Indonesia meluncurkan program perlindungan perjalanan bertajuk Sompo Program Mudik.
Program ini memberikan berbagai manfaat perlindungan selama perjalanan ke kampung halaman. Perlindungan tersebut mencakup manfaat medis selama perjalanan, perlindungan rumah atau properti yang ditinggalkan dalam keadaan kosong, hingga santunan kesehatan apabila tertanggung mengalami sakit.
Nilai perlindungan yang diberikan juga bersifat santunan dan dapat menjadi pelengkap dari asuransi lain yang telah dimiliki sebelumnya.
Sompo Program Mudik ditawarkan dengan premi yang relatif terjangkau, yakni mulai dari Rp 15 ribu untuk perlindungan selama 14 hari, dan Rp 25 ribu untuk perlindungan selama 30 hari.