Taktik Aneh Alvaro Arbeloa, Mengapa Arda Guler Ditugaskan Menjaga Erling Haaland di Sepak Sudut?

Detail taktik unik Alvaro Arbeloa saat Real Madrid menang 3-0 atas Manchester City. Arda Guler justru ditugaskan menjaga Erling Haaland dalam situasi bola mati.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 13 Maret 2026, 16:19 WIB
Pelatih kepala Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyaksikan pertandingan La Liga Spanyol antara Real Madrid dan Levante dari pinggir lapangan di Madrid, Spanyol, Sabtu, 17 Januari 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City pada leg pertama babak 16 Besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Kamis (12/3) WIB. Hasil ini memberi keuntungan besar bagi tim racikan Alvaro Arbeloa jelang leg kedua.

Di balik skor telak tersebut, muncul satu detail taktik yang memancing perhatian publik. Momen ketika Arda Guler menjaga Erling Haaland saat sepak pojok viral di media sosial.

Perbedaan tinggi badan kedua pemain sangat kontras. Arda Guler memiliki tinggi 175 cm, sementara Haaland menjulang hingga 195 cm.

Namun keputusan tersebut ternyata bukan kesalahan organisasi pertahanan. Itu adalah bagian dari rencana taktik yang disiapkan pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, bersama staf analisnya.


Analisis Arbeloa: Haaland Bukan Target Utama Bola Mati

Gelandang Real Madrid asal Uruguay Federico Valverde (kiri) merayakan gol bersama gelandang Real Madrid asal Prancis Eduardo Camavinga (tengah) dan gelandang Real Madrid asal Turki Arda Guler setelah mencetak gol pertama mereka selama pertandingan sepak bola liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Athletic Club Bilbao di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid, pada 20 April 2025.OSCAR DEL POZO / AFP

Secara teori, bek tengah seperti Antonio Rudiger merupakan pilihan ideal untuk menjaga Haaland. Keduanya memiliki postur fisik yang relatif seimbang dan sama-sama kuat dalam duel udara.

Namun pendekatan yang dipilih Arbeloa berbeda. Berdasarkan analisis staf pelatih, Haaland ternyata tidak menjadi target utama Manchester City dalam situasi sepak pojok.

Laporan dari Marca mengungkapkan bahwa peran Haaland dalam skema bola mati lebih sering sebagai penjaga ruang atau pengalih perhatian. City justru mengandalkan pemain lain seperti Rodri, Marc Guehi, atau Ruben Dias untuk menyerang bola.

Karena itu, Real Madrid menugaskan Arda Guler untuk mengawal Haaland. Sementara para bek jangkung Los Blancos difokuskan menjaga target utama City di kotak penalti.


Strategi Real Madrid Berhasil Membungkam Haaland

Erling Haaland (kiri) dan Marc Guehi dari Manchester City berjalan keluar lapangan setelah pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Real Madrid dan Manchester City di Madrid, Spanyol, Kamis (12-3-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Rencana tersebut terbukti berjalan efektif sepanjang pertandingan. Erling Haaland gagal memberikan ancaman berarti bagi pertahanan Real Madrid.

Striker Norwegia itu bahkan menyelesaikan pertandingan tanpa satu pun tembakan. Ia juga hanya sekali menyentuh bola di area penalti lawan sepanjang laga.

Selain Arda Guler, Haaland juga beberapa kali dikawal oleh Fran Garcia yang memiliki tinggi hanya 169 cm. Strategi ini bukan sekadar penjagaan, tetapi juga upaya memancing pelanggaran.

Dengan perbedaan postur yang mencolok, pemain Real Madrid berpotensi mendapat keuntungan jika terjadi duel fisik. Situasi itu membuat Haaland kesulitan bergerak bebas dan akhirnya gagal memberi dampak dalam laga tersebut.

Sumber: Marca

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya