Zakat Fitrah Berapa yang Wajib Dibayar Tahun Ini? 1447 H / 2026 M

Ketahui zakat fitrah berapa yang harus ditunaikan pada 1447 H / 2026 M. Pahami besaran, cara hitung, dan waktu pembayarannya untuk Idul Fitri.

oleh Woro Anjar VeriantyDiterbitkan 13 Maret 2026, 18:30 WIB
Ilustrasi Zakat Fitrah Credit: freepik.com

Liputan6.com, Jakarta - Zakat fitrah merupakan kewajiban ibadah yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pertanyaan mengenai zakat fitrah berapa seringkali muncul setiap tahun, mengingat pentingnya ibadah ini sebagai bentuk penyucian diri setelah berpuasa Ramadan dan kepedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan. Memahami zakat fitrah berapa yang harus dibayarkan, cara perhitungannya, serta ketentuan pelaksanaannya menjadi esensial bagi umat Islam.

Setiap Muslim perlu mengetahui zakat fitrah berapa yang berlaku pada tahun berjalan agar dapat menunaikan kewajiban ini dengan tepat waktu dan sesuai syariat. Informasi mengenai besaran zakat fitrah, baik dalam bentuk beras maupun uang tunai, serta panduan lengkap lainnya, sangat membantu umat dalam memenuhi rukun Islam yang satu ini.

Selain itu, penting juga untuk memahami tujuan utama dari zakat fitrah itu sendiri, bukan hanya sekadar mengetahui zakat fitrah berapa yang harus dikeluarkan. Ibadah ini memiliki dimensi spiritual dan sosial yang mendalam, memastikan kebahagiaan fakir miskin di hari raya.

Pengertian dan Tujuan Utama Zakat Fitrah

Ilustrasi zakat fitrah. (Image by Freepik)

Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap Muslim, tanpa memandang usia atau jenis kelamin, sebagai bentuk penyucian diri setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan. Ibadah ini juga memiliki tujuan mulia untuk berbagi kebahagiaan dengan fakir miskin saat Hari Raya Idul Fitri.

Istilah "fitrah" sendiri memiliki makna "kembali kepada kesucian", yang secara simbolis merepresentasikan pembersihan diri setelah menunaikan ibadah puasa. Ketentuan mengenai besaran dan tata cara zakat fitrah telah diatur dalam syariat Islam, bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis, serta telah diamalkan secara turun-temurun.

Penetapan Besaran Zakat Fitrah Tahun Ini (1447 H / 2026 M)

Untuk tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia telah menetapkan besaran zakat fitrah. Berdasarkan keputusan resmi BAZNAS RI, nilai zakat fitrah adalah Rp50.000 per jiwa.

Jumlah ini setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium untuk setiap Muslim. Penetapan besaran ini mempertimbangkan kondisi harga beras di berbagai wilayah Indonesia serta hasil kajian komprehensif agar tidak memberatkan umat Islam.

Meskipun BAZNAS RI menetapkan standar nasional, BAZNAS di tingkat provinsi, kabupaten/kota, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) dapat menyesuaikan nominal tersebut jika ada perbedaan harga beras yang signifikan di daerahnya, selama tetap sesuai syariat Islam dan peraturan perundang-undangan.

Selain zakat fitrah, BAZNAS juga menetapkan besaran fidyah bagi mereka yang tidak mampu menjalankan puasa karena uzur syar'i. Besaran fidyah ditetapkan sebesar Rp65.000 per jiwa per hari, sesuai dengan SK Ketua BAZNAS RI Nomor 14 Tahun 2026.

Cara Menghitung Zakat Fitrah

Ilustrasi zakat fitrah. (Image by jcomp on Freepik)

Perhitungan zakat fitrah didasarkan pada jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan. Setiap Muslim yang wajib zakat harus mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri dan setiap anggota keluarga yang berada dalam tanggungannya.

Sebagai contoh, jika sebuah keluarga terdiri dari empat orang, yaitu kepala keluarga, istri, dan dua anak, maka perhitungan zakat fitrah yang harus ditunaikan adalah 4 orang dikalikan Rp50.000, sehingga totalnya menjadi Rp200.000.

Metode ini memudahkan muzaki dalam menunaikan kewajiban zakat fitrah dalam bentuk uang tunai yang setara dengan harga beras yang berlaku.

Ketentuan Waktu Pembayaran Zakat Fitrah

Pembayaran zakat fitrah memiliki rentang waktu yang syar'i. Zakat fitrah dapat ditunaikan sejak awal bulan Ramadan hingga menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri.

Namun, batas akhir pembayaran zakat fitrah adalah sebelum salat Idul Fitri dimulai. Jika zakat fitrah dibayarkan setelah salat Idul Fitri, maka hukumnya berubah menjadi sedekah biasa, bukan lagi zakat fitrah.

Waktu wajib pembayaran zakat fitrah secara spesifik dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam Idul Fitri, yaitu malam 1 Syawal.

Syarat Orang yang Wajib Membayar Zakat Fitrah

Ilustrasi Zakat Fitrah/Gemini AI

Seseorang wajib membayar zakat fitrah jika memenuhi syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Syarat-syarat tersebut meliputi beberapa aspek penting.

Pertama, individu tersebut harus beragama Islam. Kedua, memiliki kelebihan makanan pokok yang mencukupi kebutuhan diri dan keluarga untuk malam dan hari raya Idul Fitri.

Orang yang tidak memiliki kemampuan untuk menghidupi makanan pokoknya sendiri, seperti fakir miskin secara mutlak, tidak wajib membayar zakat fitrah.

Ketiga, individu tersebut masih hidup pada saat terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadan, atau malam Idul Fitri.

Bentuk Pembayaran Zakat Fitrah: Beras atau Uang

Zakat fitrah dapat ditunaikan dalam dua bentuk utama, memberikan fleksibilitas bagi umat Muslim dalam memenuhi kewajibannya.

Pertama, zakat fitrah dapat diberikan dalam bentuk beras sebanyak 2,5 kilogram atau setara 3,5 liter beras per jiwa. Ini merupakan bentuk klasik yang sesuai dengan ketentuan syariat, mengingat zakat fitrah berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pokok berupa makanan.

Kedua, zakat fitrah juga diperbolehkan ditunaikan dalam bentuk uang tunai yang nilainya setara dengan harga beras yang berlaku di wilayah setempat. Ketentuan BAZNAS RI yang menetapkan zakat fitrah tahun ini setara dengan Rp50.000 per orang memberikan panduan yang jelas bagi umat Muslim yang memilih cara praktis ini.

Pentingnya Penyaluran Zakat Fitrah Tepat Sasaran

Zakat Fitrah 2026 (Sumber: gemini.com)

Menunaikan zakat fitrah bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban ibadah, tetapi juga merupakan sarana untuk menyebarkan kebaikan dan memuliakan sesama Muslim.

Dengan menyalurkan zakat fitrah melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, masjid, atau unit pengumpul zakat (UPZ), dana zakat akan terdistribusi secara teratur dan tepat sasaran kepada delapan golongan mustahik (penerima zakat) yang berhak menurut syariat Islam.

Delapan golongan tersebut meliputi fakir, miskin, amil, mualaf, riqab (budak), gharimin (orang yang memiliki utang), fisabilillah (pejuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal). Pendistribusian zakat fitrah yang tepat akan membantu fakir miskin merasakan kebahagiaan saat Hari Raya Idul Fitri karena mendapatkan bantuan kebutuhan pokok. Zakat juga menjadi wujud solidaritas sosial umat Islam yang saling membantu.

Perbedaan Mendasar Zakat Mal dan Zakat Fitrah

Penting untuk memahami perbedaan mendasar antara zakat mal dan zakat fitrah. Zakat mal adalah zakat harta yang dikeluarkan dari kekayaan seperti uang, emas, hasil usaha, dan aset produktif lainnya. Zakat ini dibayarkan kapan saja setelah harta mencapai nisab dan haul.

Sementara itu, zakat fitrah adalah zakat diri yang wajib dibayarkan oleh setiap muslim menjelang Idul Fitri. Zakat fitrah bertujuan untuk menyucikan diri setelah berpuasa Ramadan dan membantu fakir miskin agar dapat merayakan Idul Fitri dengan layak. Besarannya tetap, yaitu 2,5 kg beras per jiwa.

Dari segi waktu pembayaran, zakat mal dapat dibayarkan sepanjang tahun setelah memenuhi syarat, sedangkan zakat fitrah hanya dibayarkan pada bulan Ramadan hingga sebelum salat Idul Fitri. Dari segi perhitungan, zakat mal menggunakan persentase 2,5% dari total harta, sementara zakat fitrah dihitung per jiwa dengan jumlah tetap.

Kedua jenis zakat ini sama-sama wajib bagi muslim yang memenuhi syarat, namun memiliki ketentuan dan tujuan yang berbeda dalam pelaksanaannya.

 

QnA: Zakat Fitrah Berapa

1. Berapa jumlah zakat fitrah yang harus dibayarkan?

Jumlah zakat fitrah yang wajib dibayarkan adalah sebesar 1 sha’ bahan makanan pokok. Dalam ukuran yang umum digunakan di Indonesia, jumlah tersebut setara dengan sekitar 2,5 hingga 3 kilogram beras per orang. Zakat ini dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu untuk dirinya sendiri dan anggota keluarga yang menjadi tanggungannya.

2. Apakah zakat fitrah boleh dibayar dengan uang?

Di banyak daerah di Indonesia, zakat fitrah boleh dibayarkan dalam bentuk uang sebagai pengganti beras. Nilainya biasanya disesuaikan dengan harga beras yang biasa dikonsumsi masyarakat setempat. Oleh karena itu, besaran uang zakat fitrah bisa berbeda-beda di setiap daerah.

3. Siapa saja yang wajib membayar zakat fitrah?

Zakat fitrah wajib dibayarkan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa, selama ia memiliki kemampuan untuk membayarnya. Biasanya kepala keluarga membayarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri serta anggota keluarga yang menjadi tanggungannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya