Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam anjlok pada perdagangan Kamis (12/3/2026), usai naik signifikan. Harga emas Antam hari ini lebih murah Rp 45.000.
Mengutip laman logammulia.com, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp 3.042.000 per gram. Pada perdagangan Rabu kemarin, harga emas Antam ditetapkan Rp 3.087.000 per gram.
Advertisement
Untuk harga buyback emas Antam hari ini juga merosot. Hari ini harga buyback emas Antam terpangkas Rp 43.000. Dengan demikian, harga buyback emas Antam ditetapkan Rp 2.804.000.
Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.804.000 gram.
Sebagai informasi, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.
Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.
Daftar Harga Emas Antam
Berikut daftar harga emas Antam hari ini Kamis, 12 Maret 2026:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.571.000
- Harga emas 1 gram: Rp 3.042.000
- Harga emas 2 gram: Rp 6.034.000
- Harga emas 3 gram: Rp 9.033.000
- Harga emas 5 gram: Rp 15.025.000
- Harga emas 10 gram: Rp 29.970.000
- Harga emas 25 gram: Rp 74.760.000
- Harga emas 50 gram: Rp 149.355.000
- Harga emas 100 gram: Rp 298.560.000
- Harga emas 250 gram: Rp 746.090.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.491.900.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.982.600.000.
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas turun tipis pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026 (Kamis waktu Jakarta). Harga emas melemah didorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran inflasi yang mmebayangi yang memperkuat harapan kenaikan suku bunga.
Mengutip CNBC, Kamis (12/3/2026), harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi USD 5.169,02 per ounce pada pukul 13.33 ET (17.33 GMT) setelah menguat pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup merosot 1,2% menjadi USD 5.179,10.
Adapun indeks dolar AS naik tipis 0,4%. Mata uang AS lebih kuat membuat komoditas yang diharga dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
“Pasar emas tampaknya berada dalam tarik-ulur antara permintaan aset aman yang didorong oleh perang dan kekhawatiran atas suku bunga yang tinggi dalam jangka waktu lama,” ujar Vice President dan Senior Metals Strategis Zaner Metals, Peter Grant.
Emas secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, tetapi menjadi kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
Harga minyak naik 4% karena serangan baru terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz memperburuk kekhawatiran akan gangguan pasokan, dan analis mengatakan proposal Badan Energi Internasional untuk melepaskan cadangan minyak tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran tersebut.
Iran mengatakan dunia harus bersiap menghadapi harga minyak yang mencapai USD 200 per barel. Pasukan Iran menyerang kapal-kapal dagang dan menembaki Israel dan target lainnya di seluruh Timur Tengah.
Sentimen Harga Emas Lainnya
Sementara itu, data menunjukkan indeks harga konsumen AS naik 0,3% pada Februari, sesuai dengan perkiraan dan di atas kenaikan 0,2% pada Januari. CPI naik 2,4% dalam setahun hingga Februari, juga sesuai dengan ekspektasi. Sekarang fokus beralih ke data indeks harga PCE Januari yang tertunda dan akan dirilis pada Jumat.
Analis di Standard Chartered mencatat tidak jarang emas mengalami tekanan penurunan selama beberapa minggu di tengah kebutuhan akan uang tunai.
“Kami mempertahankan pandangan positif jangka panjang kami dan memperkirakan emas akan melanjutkan tren kenaikannya di luar aksi ambil untung jangka pendek,” mereka menambahkan.
Di antara logam lainnya, harga perak spot turun 3,5% menjadi USD 85,34 per ons, platinum spot turun 0,8% menjadi USD 2.183,10, dan paladium turun 1,4% menjadi USD 1.631,59.