Bareksa: Investor Ritel Tetap Cari Peluang di Tengah Ketidakpastian Terutama Investasi Emas

Bareksa mencatat ketertarikan terhadap emas digital tercermin dari lonjakan jumlah investor yang bertansaksi emas digital.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 11 Maret 2026, 21:30 WIB
Platform Bareksa mencatat nilai investasi ritel tumbuh dengan kontribusi pertumbuhan tertinggi dari transaksi emas.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Minat investasi investor ritel di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik masih tetap tinggi, meskipun menjadi lebih selektif. Hal ini tercermin dari pertumbuhan nilai investasi ritel di platform Bareksa yang tetap stabil hingga akhir Februari 2026. Menariknya pertumbuhan paling signifikan berasal dari transaksi emas dan saham yang masing-masing tumbuh 331% dan 271% secara tahunan.

“Dalam ketidakpastian, investor ritel tetap mencari peluang, pasalnya harga emas naik lebih dari 80% dalam setahun terakhir. Turunnya harga saham juga dimanfaatkan untuk pembelian kembali selektif saham yang dinilai murah,” ujar Chief Operation Officer Bareksa Ni Putu Kurniasari dikutip dari keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).

Adapun dalam 10 tahun terakhir, harga beli emas dalam rupiah sudah menguat sehingga lima kali lipat. Perkembangan teknologi finansial juga membuat investasi emas semakin mudah diakses oleh masyarakat melalui platform digital.

Melihat lebih lanjut kenaikan minat transaksi emas di platform digital, ia menuturkan, meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk membeli emas secara digital didukung oleh ada regulasi yang jelas di Indonesia, baik dari Bappebti dan OJK.

Dalam aturan itu, pedagang emas berizin diwajibkan memiliki persediaan emas dengan rasio 1:1 terhadap transaksi yang dilakukan. Ini berarti ada ketersediaan fisik emas, sebelum pedagang emas digital dapat melakukan penjualan.

“Ketentuan ini menjaga integritas transaksi emas digital agar tidak mengalami permasalahan seperti yang sempat terjadi di China, di mana sejumlah platform emas digital tidak dapat memenuhi permintaan buyback dari investor,” ujar Putu.

Oleh karena itu, Putu mengingatkan investor yang ingin berinvestasi emas secara digital untuk memastikan transaksi dilakukan melalui pedagang yang memiliki izin resmi sehingga terhindar dari risiko serupa.

 

Transaksi Emas Digital Lebih Efisien

MIND ID mengajak masyarakat untuk semakin mengoptimalkan Brankas LM, platform investasi dan penyimpanan emas digital milik Grup MIND ID. (Dok MIND ID)

Transaksi emas digital juga menjadi lebih efisien karena menawarkan nilai investasi minimum yang rendah.

“Di Bareksa, misalnya, investasi emas dapat dimulai dari Rp 50 ribu, sehingga menjadi solusi bagi investor ritel yang ingin membeli emas secara rutin meskipun tidak memiliki dana besar,” ujar dia.

Selain itu, selisih antara harga beli dan harga jual kembali (buyback) atau yang sering disebut spread juga relatif rendah pada emas digital, yakni sekitar 3-3,5%.

“Spread ini dapat melebar ketika terjadi volatilitas pasar yang sangat tinggi, tetapi secara umum tetap efisien, mengingat dalam kondisi tersebut memperoleh emas secara offline juga sering kali menjadi sulit,” kata dia.

Ia menuturkan, di Bareksa, ketertarikan terhadap emas digital tercermin dari lonjakan jumlah investor yang bertransaksi emas digital yang hingga akhir 2025 tercatat tumbuh 252% secara tahunan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya