Indeks Kospi Tersungkur 8%, Perdagangan Setop 20 Menit

Indeks Kospi di Korea Selatan anjlok pada perdagangan saham Senin, (9/3/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Maret 2026, 11:38 WIB
Otoritas bursa Korea Selatan mengaktifikan penghentian perdagangan sementara untuk indeks Kospi. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Kospi di Korea Selatan mengaktifikan penghentian perdagangan sementara (circuit breaker) untuk kedua kali dalam empat sesi perdagangan saham pada Senin, (9/3/2026). Indeks Kospi Korea Selatan turun lebih dari 8% memicu penghentian perdagangan selama 20 menit mulai pukul 10.31 pagi waktu setempat. Saham unggulan Samsung Electronics anjlok lebih dari 10%. Sementara itu, saham perusahaan chip SK Hynix susut 11,6%.

Penghentian perdagangan sementara diaktifkan pekan lalu ketika indeks acuan tersebut anjlok lebih dari 12% pada Rabu, mencatat penurunan harian terburuknya.

Harga minyak Brent melonjak 27,78% menjadi USD 119,04, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS melonjak 30% menjadi USD 118,46. Lonjakan harga minyak sebesar 30% ini merupakan kenaikan harian terbesar sejak akhir tahun 1988, menurut data LSEG.

Lonjakan ini terjadi setelah produsen minyak utama Timur Tengah, termasuk Kuwait, Iran, dan Uni Emirat Arab, memangkas produksi minyak menyusul penutupan Selat Hormuz. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 6,48%, jatuh di bawah posisi 53.000 untuk pertama kali sejak 6 Februari. Sedangkan indeks Topix melemah 5,8%.

Saham Softbank Group Corp termasuk di antara saham yang paling tertekan di bursa saham Jepang. Saham Softbank Group Corp turun lebih dari 11%. Sedangkan saham terkait chip seperti Advantes dan Lasertec masing-masing turun lebih dari 10% dan 9%.

Indeks ASX 200 di Australia melemah 4,15%. Indeks Hang Seng di Hong Kong terpangkas 3% dan indeks CSI 300 di China daratan turun 2%.

Namun, Presiden AS Donald Trump menulis di Truth Social bahwa kenaikan "harga minyak jangka pendek" adalah "harga yang sangat kecil untuk dibayar" demi menghancurkan ancaman nuklir Iran.

"Hanya orang bodoh yang berpikir sebaliknya!,” Trump menambahkan.

Kontrak berjangka saham AS juga anjlok akibat kenaikan harga minyak, dengan kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 800 poin atau 1,75%. Kontrak berjangka S&P 500 turun 1,59%, sementara kontrak berjangka Nasdaq-100 merosot 1,6%.

 

Pembukaan Bursa Saham Asia Pasifik

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Sebelumnya, bursa saham Asia melemah pada perdagangan saham Senin, (9/3/2026). Indeks Nikkei 225 di Jepang dan indeks Kospi di Korea Selatan kompak anjlok signifikan dan memimpin aksi jual di bursa saham Asia Pasifik.

Indeks Nikkei 225 di Jepang dan indeks Kospi di Korea Selatan anjlok lebih dari 6% pada perdagangan awal pekan, Senin, 9 Maret 2026. Hal ini seiring aksi jual karena harga minyak dunia menembus USD 100 per barel untuk pertama kali sejak 2022.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang anjlok 6,05%, jatuh di bawah posisi 53.000 untuk pertama kali sejak 6 Februari. Sementara itu, indeks Topix melemah 5,27%.

Saham Softbank Group Corp termasuk di antara saham yang alami koreksi terbesar. Saham Softbank Group Corp turun hampir 10%. Sedangkan saham-saham terkait chip seperti Advantest dan Lasertec masing-masing turun lebih dari 10% dan 9%.

Indeks Kospi di Korea Selatan turun 6,5% memicu penghentian sementara perdagangan untuk kontrak berjangka Kospi 200. Penghentian sementara perdagangan diaktifkan pekan lalu ketika indeks acuan itu anjlok lebih dari 12% pada Rabu pekan lalu. Indeks acuan tersebut mencatat penurunan satu hari terburuknya.

Saham raksasa Samsung Electronics anjlok 8,4%, sementara saham perusahaan chip SK Hynix mengalami kerugian yang lebih besar, yaitu 9,2%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 3,68% pada perdagangan awal. Harga minyak Brent berjangka melonjak 16,1% menjadi USD 107,61, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka naik hampir 17,7% menjadi USD 107,02.

 

Produsen Utama Pangkas Harga Minyak

Ilustrasi Harga Minyak Dunia. Foto: AFP

Lonjakan ini terjadi setelah produsen minyak utama Timur Tengah, termasuk Kuwait, Iran, dan Uni Emirat Arab, memangkas produksi minyak menyusul penutupan Selat Hormuz.

Namun, Presiden AS Donald Trump menulis di Truth Social kenaikan "harga minyak jangka pendek" adalah "harga yang sangat kecil untuk dibayar" demi menghancurkan ancaman nuklir Iran.

"Hanya orang bodoh yang berpikir sebaliknya,” Trump menambahkan.

Kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong berada di 25.328, di bawah penutupan terakhir indeks di 25.757,29.

Kontrak berjangka saham AS juga anjlok karena harga minyak yang lebih tinggi, dengan kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 800 poin atau 1,75% lebih rendah. Kontrak berjangka S&P 500 turun 1,59%, sementara kontrak berjangka Nasdaq-100 merosot 1,6%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya