Kematian Ermanto yang Penuh Tanda Tanya

Rieke bersama kuasa hukum dari perwakilan Jakarta International Container Terminal (JICT) turun tangan meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan untuk keluarga korban.

oleh Tim NewsDiterbitkan 09 Maret 2026, 11:36 WIB
Ermanto Usman tewas di rumahnya. (Liputan6 SCTV)

Liputan6.com, Jakarta - Berita kematian Ermanto Usman (65), pensunan pernah aktif organisasi buruh Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia, membuat heboh. Ermanto tewas dibunuh di rumahnya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/3) dini hari.

Kematiannya disebut karena perampokan. Namun dianggap janggal hingga membuat anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka ikut mengawal kasus ini.

Rieke bersama kuasa hukum dari perwakilan Jakarta International Container Terminal (JICT) turun tangan meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan untuk keluarga korban.

Dilansir Antara, meskipun Ermanto telah pensiun dari JICT, Rieke menyebut korban masih aktif mengikuti perkembangan berbagai persoalan di sektor tersebut.

Rieke berharap kasus ini dapat terungkap secara terang benderang. Karena menyisakan banyak tanda tanya. Polisi didorong tidak hanya mengungkap  pelaku eksekutor, tetapi juga pihak-pihak yang berada di balik peristiwa tersebut.

“Kami mendukung penuh kepada jajaran kepolisian dapat bekerja cepat dan profesional untuk mengungkap kasus ini secara tuntas,” kata anggota komisi urusan hak asasi manusia itu.

Untuk diketahui, Ermanto adalah korban dugaan perampokan dan pembunuhan di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Polisi Andi Muhammad menjelaskan kasus tersebut berawal adanya laporan anak korban terkait perampokan di tempat kejadian perkara (TKP).

Anak korban yang biasa dibangunkan oleh ibunya untuk persiapan sahur tiba-tiba tidak dibangunkan hingga alarm berbunyi pukul 04.00 WIB. Saat anak korban turun dari kamar, ia terkejut karena rumahnya masih gelap dan orang tuanya tidak menjawab saat dipanggil.

Korban lantas membuka pintu kamar orang tuanya, tetapi gagal karena sudah dirusak. Kemudian, anak korban memanggil anggota keluarga yang lain dan berhasil menuju ke TKP serta membuka paksa jendela kamar.

"Saat itulah kedua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak, ayahnya berinisial EU (65) ditemukan tewas dan istrinya, P (60), kondisinya kritis," kata Andi saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (2/3).

Ermanto Usman. (Tangkapan layar Facebook)

LPSK Siap Beri Perlindungan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan siap melindungi keluarga Ermanto.

“LPSK siap memberikan perlindungan serta memastikan pemenuhan hak dan pemberian bantuan kepada saksi dan korban sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,” kata Ketua LPSK Achmadi dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.

Adapun anggota keluarga korban yang terdiri atas anak sulung, anak bungsu yang berada di lokasi kejadian, dan menantu telah mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK pada Kamis (5/3).

Dia menyampaikan langkah awal koordinasi telah dilakukan dengan penegak hukum. Koordinasi ini penting untuk memastikan proses penanganan berjalan secara tepat, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya