Habib Ali Hasan Bahar: Soekarno Sangat Populer di Maroko, Pemikirannya Dikenal Sejak Lama

Habib Ali Hasan Bahar mengungkapkan pemikiran Soekarno dikenal luas hingga Maroko, sementara Ahmad Basarah menyoroti doa Megawati Soekarnoputri untuk persatuan Indonesia.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 08 Maret 2026, 08:45 WIB
Peringatan Nuzulul Quran yang digelar PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Muballigh lulusan Yarmuk University, Yordania, Habib Ali Hasan Bahar, mengungkapkan bahwa Proklamator Republik Indonesia  Soekarno dikenal luas hingga Maroko.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri peringatan Nuzulul Quran yang digelar PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).

Habib Ali menceritakan pengalamannya ketika mengikuti sebuah halaqah ilmiah di Maroko yang dihadiri para profesor dari berbagai kalangan akademisi.

"Dalam sebuah halaqah ilmiah di Maroko, yang dihadiri banyak professor, saya dihampiri satu professor berusia 60 tahun ke atas. Anda dari Indonesia? Bersyukurlah negeri Anda punya Ir. Soekarno. Kami dari kecil sudah mengenal pemikiran beliau,” jelas Habib Ali Hasan Bahar.

Dosen Sastra Arab Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan, pernyataan tersebut membuatnya semakin tertarik mempelajari pemikiran Bung Karno.

“Jika orang luar sangat menaruh hormat pada Bung Karno, mengapa kita tidak?” tandas anggota Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) tersebut.

Dalam ceramahnya, pengurus harian Rabithah Alawiyah itu juga menjelaskan makna penamaan kitab suci umat Islam sebagai Al-Qur’an Al-Kariim.

Menurutnya, kata kariim memiliki arti dermawan, yang menggambarkan bahwa Al-Qur’an memberikan manfaat dan pemahaman kepada siapa pun yang membacanya.

“Kata kariim berarti dermawan, artinya Al-Quran bersifat dermawan, bersifat memberi, dalam hal pemahaman kepada mereka yang membacanya, baik yang bisa bahasa Arab maupun tidak. Tentu saja yang memberi pemahaman itu Allah SWT, sarananya adalah Al-Quran,” jelas Ali Hasan Bahar.

 

Basarah Ceritakan Doa Megawati untuk Indonesia

Peringatan Nuzulul Quran yang digelar PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. (Istimewa)

Dalam acara yang sama, Ketua Dewan Penasihat PP Bamusi yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Ahmad Basarah mengungkapkan kecintaan Megawati Soekarnoputri terhadap bangsa Indonesia.

Ia mengatakan, kecintaan tersebut tercermin ketika Presiden Kelima RI itu menunaikan ibadah umrah usai menerima gelar doktor honoris causa di Riyadh, Arab Saudi.

“Seperti kecintaan ayahnya, kecintaan Ibu Mega pada bangsa itu terlihat usai dianugerahi gelar doktor honoris causa di Riyadh, Ibu Mega mewujudkan rasa syukurnya dengan berziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah dan umrah di Makkah. Lalu di depan Kabah Ibu Mega mendoakan keutuhan dan perdamaian bangsa Indonesia,” jelas Ahmad Basarah.

Basarah juga menyambut baik inisiatif PP Bamusi yang menggelar peringatan Nuzulul Quran bersamaan dengan tasyakuran atas penganugerahan gelar doktor honoris causa kepada Megawati dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University, Kerajaan Arab Saudi, pada 9 Februari 2026.

Selain itu, acara tersebut juga menjadi bentuk syukur atas pelaksanaan ibadah umrah Megawati bersama dua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

“Panitia mencatat tiga poin penting untuk acara malam ini, saya menambahkan poin keempat yang harus diungkapkan, yakni penghormatan dunia internasional kepada Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden Kelima Republik Indonesia,” ujar Basarah.

Ia menambahkan, sebelum berkunjung ke Arab Saudi, Megawati juga diundang menghadiri Zayed Award for Human Fraternity 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk menyampaikan pidato mengenai Pancasila, Trisakti, serta kepemimpinan perempuan dalam perdamaian dunia.

“Untuk diketahui, sebelum tiba di Arab Saudi, Ibu Megawati sebagai tokoh dunia juga diundang oleh panitia Zayed Award for Human Fraternity 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk menyampaikan pidato tentang Pancasila, Trisakti, dan kepemimpinan perempuan dalam perdamaian dunia,” tandas Basarah.

 

Pantau dan Ikuti Kunjungan Megawati

Dalam kunjungan tersebut, Megawati juga bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan. Pertemuan itu membahas tindak lanjut kerja sama riset antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan pihak UEA, termasuk teknologi penyulingan air untuk mengatasi krisis iklim.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PP Bamusi periode 2020–2025 Nasyirul Falah Amru mengatakan pihaknya mengikuti secara cermat aktivitas internasional Megawati selama berada di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

“Semua pengurus Bamusi baik di pusat maupun di daerah menangkap dengan baik semua pesan moral dan pesan kenegarawan yang disampaikan Ibu Megawati dari Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Doa Ibu Mega saat tawaf agar bangsa Indonesia terus bersatu, rukun, makmur dan sejahtera kami aminkan bersama,” kata anggota DPR RI yang akrab disapa Gus Falah.

Acara peringatan Nuzulul Quran dan tasyakuran tersebut juga dihadiri Sekretaris Dewan Penasihat PP Bamusi Abdullah Azwar Anas serta anggota Dewan Pembina PP Bamusi Daryatmo.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya