Trump Tegaskan Pasukan Kurdi Tidak Akan Dilibatkan dalam Perang Iran

Pernyataan terbaru Trump bertentangan dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa AS meminta dukungan Kurdi dalam perang melawan Iran.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 08 Maret 2026, 21:45 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 3 Maret 2026.(Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku bahwa ia telah meminta pasukan Kurdi untuk tidak terlibat dalam perang melawan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Sabtu (7/3/2026) di dalam pesawat kepresidenan Air Force One saat ia dalam perjalanan kembali ke Florida setelah menghadiri upacara militer bagi enam tentara AS yang gugur dalam serangan balasan Iran.

"Kami sangat bersahabat dengan orang Kurdi, seperti yang Anda ketahui, tetapi kami tidak ingin membuat perang ini menjadi lebih rumit dari yang sudah ada. Saya telah memutuskan itu, saya tidak ingin orang Kurdi masuk," kata Trump seperti dikutip dari The Straits Times.

Militer Israel sebelumnya diketahui sedang berupaya membuka jalan bagi pasukan Kurdi untuk mengambil posisi di wilayah barat laut Iran. Langkah tersebut bertujuan mendorong kelompok Kurdi bersenjata untuk bangkit melawan pemerintah di Teheran.

Trump mengatakan bahwa ia memiliki hubungan yang baik dengan kelompok Kurdi dan mereka telah menyampaikan kesediaan untuk ikut memasuki wilayah Iran.

"Namun saya benar-benar telah mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak ingin mereka masuk," tambahnya.

Serangan udara dalam beberapa waktu terakhir menargetkan fasilitas militer dan aparat penegak hukum Iran di wilayah yang sebagian besar dihuni oleh etnis Kurdi, yang berada di dekat perbatasan Irak utara. Pada tahun 1991, perlindungan udara AS di wilayah tersebut membantu terbentuknya pemerintahan Kurdi semi-otonom Irak yang berpusat di Erbil.

AS dan sekutunya selama ini mengandalkan kelompok Kurdi—yang dikenal sebagai kelompok etnis terbesar di dunia yang tidak memiliki negara sendiri—dalam berbagai konflik di kawasan sekitarnya.

Keterlibatan pasukan Kurdi dalam perang melawan Iran dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak yang lebih luas di kawasan. Para pemimpin Kurdi di Irak, menurut seseorang yang mengetahui pandangan mereka, disebut masih berhati-hati untuk berkomitmen.

Pada 5 Maret, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani mengatakan bahwa Iran telah menyerang kelompok-kelompok Kurdi di Irak. Ia juga memperingatkan bahwa negaranya tidak akan menoleransi gerakan separatis.

Sementara itu, pemerintah Turki menyatakan bahwa organisasi yang mendorong separatisme Kurdi dapat mengancam stabilitas kawasan serta keutuhan wilayah negara-negara tetangga.

Meski beberapa faksi Kurdi dilaporkan tengah mempersiapkan kemungkinan operasi lintas batas ke Iran, pendiri sekaligus presiden Middle East Research Institute yang berbasis di Erbil, Dlawer Ala’Aldeen, mengatakan kelompok-kelompok tersebut masih terpecah dan belum memiliki kapasitas untuk secara langsung menantang negara Iran, meskipun mereka dapat menjadi titik tekanan di perbatasan Iran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya