TLDN Raup Laba Rp 1,1 Triliun pada 2025

PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatat pendapatan tumbuh 28,72% dan laba naik 34,03% pada 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 Maret 2026, 19:23 WIB
PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025. (Foto: Freepik/ pch.vector)

Liputan6.com, Jakarta - PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba hingga akhir 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (8/3/2026), PT Teladan Prima Agro Tbk meraup pendapatan Rp 5,42 triliun pada 2025, naik 28,72% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,21 triliun.

Beban pokok penjualan naik 29,12% menjadi Rp 3,55 triliun pada 2025. Pada tahun sebelumnya, beban pokok penjualan tercatat Rp 2,75 triliun.

Laba bruto melompat 27,98% menjadi Rp 1,86 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,45 triliun.

Beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp 236,20 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 173,79 miliar. Beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp 382,48 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 258,64 miliar.

Selain itu, laba usaha naik 12,65% menjadi Rp 1,25 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,11 triliun.

Penghasilan keuangan turun menjadi Rp 14,33 miliar pada 2025 dari periode 2024 sebesar Rp 16 miliar. Beban keuangan terpangkas jadi Rp 45,76 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 67,77 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan naik 31,49% menjadi Rp 1,39 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,05 triliun.

Seiring hal itu laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 34,03% menjadi Rp 1,10 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 825,58 miliar.

Dengan demikian, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 85,48 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 63,77.

Sementara itu, total ekuitas naik 15,90% menjadi Rp 3,64 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,14 triliun. Liabilitas turun 5,8% menjadi Rp 2,37 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,51 triliun.Aset perseroan naik 6,24% menjadi Rp 6,01 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,66 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 334,38 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 486,58 miliar.

Kinerja TLDN hingga September 2025

Ilustrasi Laporan Keuangan, Laba, Rugi. Foto: Freepik/mindandi

 

Sebelumnya, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 110,5 persen menjadi Rp 829,3 miliar pada Januari-September 2025. Capaian bottom line tersebut bahkan telah melampaui realisasi laba bersih sepanjang 2024 sebesar Rp 825,6 miliar.

Meningkatnya realisasi laba bersih TLDN didorong oleh kenaikan volume penjualan minyak sawit mentah (CPO), minyak inti sawit mentah (CPKO), serta tingginya harga jual rata-rata CPO, palm kernel (PK) dan CPKO. 

"Di tengah membaiknya harga CPO, CPKO dan PK kami berupaya memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan volume penjualan. Sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan," ujar Direktur Utama Teladan Prima Agro Wishnu Wardhana, dikutip Kamis (30/10/2025).

TLDN melaporkan volume penjualan CPO mencapai 238.013 ton, atau lebih tinggi 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan rata-rata harga jual yang naik 18,6 persen yoy menjadi Rp 13.945 per kg. 

Sementara volume penjualan CPKO pada Januari-September 2025 sebanyak 8.753 ton, melonjak 312,8 persen dibandingkan periode sama yang tahun lalu, dengan rata-rata harga jual sebesar Rp 24.080 per kg, tumbuh 48,2 persen secara tahunan. 

 

 

 

 

Kantongi Pendapatan Rp 3,3 Triliun dari CPO

Ilustrasi laporan keuangan (Foto: Isaac Smith/Unsplash)

Selain itu, kenaikan rata-rata harga jual PK sebesar 82,3 persen menjadi Rp 11.024 per kg juga menjadi katalis positif terhadap realisasi laba bersih perusahaan.

Dengan peningkatan volume penjualan dan kenaikan harga jual rata-rata tersebut, TLDN berhasil membukukan pendapatan dari CPO sebesar Rp 3,32 triliun, CPKO sebesar Rp 210,78 miliar, dan PK sebesar Rp 274,37 miliar, yang masing-masing tumbuh 25,4 persen, 511,8 persen, dan 48,5 persen secara tahunan. 

Sepanjang Januari-September 2025, TLDN telah memproduksi tandan buah segar (TBS) sebesar 929.964 ton. Tumbuh 5,9 persen dibandingkan Januari-September 2024 sebesar 878.296 ton. 

Pertumbuhan Produksi

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Pertumbuhan produksi TBS ini berlangsung baik di kebun inti maupun kebun plasma TLDN, masing-masing tumbuh 5,3 persen dan 10,3 persen. 

Dari sisi kinerja pabrik pengolahan kelapa sawit, hingga akhir September 2025 perusahaan telah memproduksi CPO sebesar 240.282 ton. Naik 2,2 persen dibandingkan dengan 235.213 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sejalan dengan itu, produksi PK dan CPKO juga meningkat masing-masing 2,9 persen dan 265,8 persen secara tahunan. Kenaikan produksi ini didorong oleh peningkatan volume TBS yang diolah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya