Liputan6.com, Jakarta - Kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat terendam banjir pada Minggu (8/3/2026) pagi. Tinggi air mencapai selutut orang dewasa.
Pantauan Liputan6.com, pada pukul 10.30 WIB banjir merendam area pemukiman di Benhil residence, Gang IV hingga arah Pasar Benhil menuju Jalan Jenderal Sudirman. Selain itu, arah Pejompongan juga terendam banjir.
Advertisement
Lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang terdampak genangan ditutup sementara oleh warga sekitar. Kendaraan seperti sepeda motor tak dapat melintas di ruas jalan yang tergenang.
Pengendara yang terlanjur melintas, nampak turun dari motor untuk mendorong kendaraan ke ruas jalan yang tidak tergenang. Sementara itu, hanya kendaraan roda empat yang bisa melintas dengan kecepatan rendah di jalan yang tergenang.
Ety (42), mengatakan kawasan itu kembali banjir sejak Covid-19 melanda pada 2020 silam. Dia menyebut, area pemukiman tersebut tak pernah tergenang sejak saat ini.
“Ini udah lama banget tidak tergenang lagi, dulu waktu Covid sering bahkan pernah sepinggang,” kata Ety.
Ety menyebut air merendam kawasan itu sejak pukul 04.00 WIB dinihari. “Sejak jam 4 tadi pagi, tinggi airnya berangsur-angsur naiknya,” ujar dia.
Hujan Deras
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta menyampaikan hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu, 7 Maret 2026 malam hingga Minggu (8/3/2026) telah menyebabkan terjadinya genangan di wilayah DKI Jakarta.
Berdasarkan data terakhir BPBD DKI Jakarta pada pukul 08.00 WIB, mencatat saat ini terdapat 75 RT dan 19 ruas jalan tergenang.
Sebagai upaya penanganan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. BPBD DKI juga mengoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
Selain itu, bersama dengan para lurah dan camat setempat, BPBD DKI Jakarta juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Adapun genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.
BPBD DKI juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop.