Liputan6.com, Teheran - Serangan udara menghantam ibu kota Iran pada Sabtu (7/3/2026) dini hari, memicu kebakaran di area Bandara Teheran. Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Israel.
Media pemerintah Iran melaporkan sejumlah ledakan terdengar di berbagai wilayah ibu kota. Asap tebal terlihat membumbung dari bagian timur dan barat kota setelah serangan tersebut, dikutip dari CNN, Sabtu (7/3).
Advertisement
Rekaman video yang beredar di media sosial dan diverifikasi oleh CNN menunjukkan area Bandara Mehrabad terbakar setelah terkena serangan. Bandara tersebut merupakan salah satu fasilitas penerbangan utama yang melayani penerbangan domestik dan militer di Teheran.
Sebelumnya, militer Israel mengumumkan bahwa mereka tengah melancarkan gelombang serangan baru yang menargetkan sejumlah lokasi di Teheran. Serangan ini menjadi bagian dari operasi militer yang terus meningkat sejak konflik antara kedua negara pecah beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, Iran juga melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel. Kantor berita Fars News Agency melaporkan bahwa rudal Iran diarahkan ke Tel Aviv.
Tim jurnalis CNN yang berada di Tel Aviv melaporkan sempat melihat sejumlah ledakan di langit kota, diduga akibat sistem pertahanan udara yang mencegat proyektil yang masuk.
Ketegangan juga meluas ke kawasan Teluk. Di Arab Saudi, Kementerian Pertahanan menyatakan telah mencegat dan menghancurkan empat drone yang terbang menuju ladang minyak Shaybah Oil Field.
Serangkaian serangan tersebut menunjukkan konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah, dengan sejumlah negara kini meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak keamanan dan gangguan pada pasokan energi global.