Banjir Bandang di Bali Seret Warga, Tim SAR Sisir Sungai hingga Pantai

Banjir bandang melanda Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, menewaskan satu warga dan menyebabkan tiga orang lainnya masih dalam pencarian.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 07 Maret 2026, 07:48 WIB
Banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali sebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya masih dinyatakan hilang. (Dok: BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (6/3/2026) sore setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari. Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya masih dinyatakan hilang.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Dewa Ketut Adi Suarjana (55), warga Dusun Santal. Ia dilaporkan terseret arus saat berupaya menyelamatkan mobil miliknya dari terjangan banjir.

Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat masuk ke dalam mobil sebelum banjir bandang datang secara tiba-tiba. Ia kemudian keluar dari kendaraan dan mencoba bertahan dengan berpegangan pada pohon kopi.

Namun sebuah pohon besar yang terbawa arus menghantam tubuh korban hingga akhirnya ia ditemukan meninggal dunia. Proses evakuasi jasad korban baru dapat dilakukan sekitar pukul 23.00 Wita setelah debit air mulai surut.

Saat ini jenazah korban telah dibawa ke RSU Pratama Tanguwisia.

 

Tiga Warga Masih Hilang

 

Selain korban meninggal dunia, tiga warga lainnya dilaporkan hilang setelah sebuah rumah di Dusun Ambengan jebol akibat luapan Sungai Mendaum.

Ketiga korban yang masih dalam pencarian masing-masing Komang Suci (44), Putu Wini (17), dan Kade Wahyu (12).

Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan proses pencarian sempat dihentikan pada malam hari karena kondisi yang tidak memungkinkan.

"Kondisi gelap dan jarak pandang yang sangat terbatas membuat pencarian tidak efektif," ungkapnya, Sabtu (7/3/2026).

Memasuki Sabtu pagi, tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap korban hilang.

"Fokus pencarian kini diperluas, mulai dari titik rumah korban yang hancur hingga menyisir sepanjang bibir pantai dan muara," tambahnya.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, serta masyarakat setempat.

Selain itu, Wakil Bupati Buleleng bersama jajaran Kepolisian Resor Buleleng juga memantau langsung proses evakuasi di lapangan.

Tim SAR gabungan mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Mendaum agar tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah Buleleng. 

Infografis Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya