Liputan6.com, Jakarta - Gedung Putih pada 4 Maret secara resmi mengajukan nominasi kepemimpinan baru Federal Reserve (The Fed) kepada Senat Amerika Serikat. Dalam pengajuan tersebut, Kevin Warsh dari Florida dicalonkan sebagai ketua Dewan Gubernur Federal Reserve sekaligus anggota dewan pengarah bank sentral AS.
Jika mendapat persetujuan Senat, Warsh akan menggantikan Jerome Powell sebagai pimpinan bank sentral Amerika Serikat.
Advertisement
Presiden Donald Trump sebelumnya telah mengumumkan rencana nominasi tersebut pada 30 Januari melalui unggahan di media sosial Truth Social. Dalam pernyataannya, Trump menyoroti pengalaman panjang Warsh di bidang ekonomi, keuangan, dan pelayanan publik.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa saya menominasikan Kevin Warsh untuk menjadi ketua Dewan Gubernur Federal Reserve System,” tulis Trump dikutip dari Bitcoin.com, Sabtu (7/3/2026).
Trump juga menyoroti pengalaman Warsh di sejumlah lembaga terkemuka, seperti Hoover Institution, Stanford Graduate School of Business, dan Duquesne Family Office.
Selain itu, Warsh sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur Federal Reserve pada periode 2006 hingga 2011. Saat itu, ia menjadi gubernur The Fed termuda dalam sejarah, yakni pada usia 35 tahun.
Trump bahkan memprediksi Warsh berpotensi menjadi “salah satu ketua The Fed terbaik.”
Kevin Warsh Sebut Bitcoin Aset Penting
Kevin Warsh sebelumnya juga pernah menyampaikan pandangannya mengenai Bitcoin dan inovasi teknologi keuangan. Pernyataan tersebut kembali ramai dibahas di media sosial X setelah Gedung Putih mengirimkan nominasi Warsh ke Senat.
Dalam sebuah episode program “Uncommon Knowledge” milik Hoover Institution yang dipandu Peter Robinson di Stanford University pada 28 Mei, Warsh menanggapi kritik terhadap Bitcoin yang pernah dilontarkan sejumlah investor, termasuk mendiang Charlie Munger.
“Bitcoin tidak membuat saya khawatir … Bitcoin tidak mengganggu saya. Saya memandangnya sebagai aset penting yang dapat membantu memberi informasi kepada para pembuat kebijakan ketika mereka mengambil keputusan yang benar maupun yang keliru.”
Warsh juga mengenang percakapan makan malam pada 2011 bersama investor teknologi Marc Andreessen. Saat itu Andreessen menunjukkan white paper Bitcoin kepadanya.
Ia mengakui saat itu belum sepenuhnya menyadari pentingnya teknologi tersebut.
Insinyur Paling Berbakat
Menurut Warsh, teknologi yang dijelaskan dalam white paper Bitcoin pada dasarnya adalah perangkat lunak yang memungkinkan berbagai kemampuan baru yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.
“Ini hanyalah perangkat lunak terbaru dan paling menarik yang akan memberi kita kemampuan untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah bisa kita lakukan.”
Warsh juga menyoroti bahwa banyak talenta teknik terbaik dunia saat ini berkumpul di Amerika Serikat untuk mengembangkan teknologi tersebut.
“Saya percaya pada Amerika Serikat dan para insinyur paling berbakat di dunia—dari China, Eropa, dan berbagai negara lainnya—yang datang ke Amerika Serikat bahkan sampai sekarang untuk membangun teknologi ini. Menurut saya, dengan mengembangkannya di sini, kita memiliki peluang untuk menjadi lebih produktif dan menciptakan sesuatu yang sangat istimewa dalam satu dekade ke depan.”